BI wilayah VII Palembang Launching GNNT

 342 total views,  2 views today

Kepala BI saat melakukan penandatanganan MoU Beasiswa BI dan UNSRI yang disaksikan oleh Geburnur Sumatera Selatan Disela acara launching GNNT | Dok KS

Kepala BI saat melakukan penandatanganan MoU Beasiswa BI dan UNSRI yang disaksikan oleh Geburnur Sumatera Selatan Disela acara launching GNNT | Dok KS

PALEMBANG – Bank Indonesia (BI) wilayah VII Palembang dan beberapa bank umum secara resmi melaunching kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di halaman Graha Sriwijaya UNSRI Jalan Srijaya Negara Bukit Besar, Kamis (25/9). Pada peresemian ini juga dilakukannya penandatanganan MoU Beasiswa BI dan UNSRI yang disaksikan oleh Geburnur Sumatera Selatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Palembang, R Mirmansyah mengatakan, tujuan untuk mengakselerasi perilaku penggunaan non tunia di masyarakat, mengingat kawasan kampus adalah lingkungan terdidik yang mudah diedukasi dan dapat menularkan pengetahuannya pada lingkungan sekitar termasuk keluarga.

“Mahasiswa dan segenap civitas akademis Universitas diharapkan menjadi contoh untuk masyarakat dalam mendorong perubahan perilaku dalam bertransaksi, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi sistem pembayaran yang saat ini terus berkembang,” katanya.

Dalam launching GNNT, kampanye difokuskan tidak hanya pada uang elektronik namun juga pada transaksi non tunai lainnya seperti menggunakan kartu kredit, kartu ATM, kartu ATM/debet, melalui kliring dan RTGS. Dengan uang elektronik, masyarakat atau pun mahasiswa dapat bertransaksi non tunai tanpa perlu memiliki rekening di bank, tanpa biaya administrasi, tanpa minimum transaksi, dan tanpa minimum saldo.

“Bahkan uang elektronik dapat digunakan bertransaksi pada wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan perbankan karena memungkinkan dapat bertransaksi (top up, membayar tagihan, dan tarik tunai) pada agen-agen individu,” katanya.

Sementara itu Geburnur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan, dengan adanya program GNNT dari Bank Indonesia ini dapat merubah menset masyarakat dalam menggunakan uang. Apalagi kita lihat sebagian besar masyarakat di Sumsel terutama yang berada di kabupaten-kabupaten masih banyak menggunakan pembayaran secara tunai. Namun kita masih memaklumi karena memang insfratruktur suatu daerah itu belum memadai.

“Untuk penerapan GNNT di kabupaten-kabupaten harus juga di siapkan insfratruktur serta merubah mainset sumber daya manusianya dengan di mulai dari kampus seperti saat ini,” ungkapnya.

Dia mengharapkan agar perbankkan mulai mensosialisasikan GNNT ini bukan hanya di kampus saja, namun juga harus menyasar ke pasar-pasar tradisional yang ada di Sumsel. “Namun untuk penerapan GNNT ini dipasar maka pedagang harus mendapatkan training dan pelatihan khusus dari perbankkan,” tutupnya.

 

TEKS  : AMINUDDIN

EDITOR  : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster