Pemkab Ogan Ilir akan Rancang Perda Larangan Merokok

 317 total views,  2 views today

Bupati OI H. Mawardi Yahya saat melakukan penandatangan MoU tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), disaksikan Wabup dan pejabat lainnya. | Dok KS

Bupati OI H. Mawardi Yahya saat melakukan penandatangan MoU tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), disaksikan Wabup dan pejabat lainnya. | Dok KS

INDERALAYA – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), saat ini akan merancang draff Rencana Peraturan Daerah (Raperda), tentang pelarangan merokok.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kadinkes OI, dr Hj Siska, Rabu (24/9), usai menghadiri acara pertemuan advokasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), di Aula Kompleks Perkantoran Terpadu (KPT), Tanjung Senai, Inderalaya OI.

Menurutnya, perda tersebut sebagai upaya Dinkes untuk meminimalisir warga tentang bahaya yang disebabkan oleh rokok. “Iya, ke depan ada Perda tentang larangan rokok. Kita masih susun drafnya dulu. Masih terus dimatangkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan aturan, ada tujuh tempat yang dilarang untuk merokok diantaranya di tempat kesehatan, pendidikan, instansi, fasilitas umum dan tempat ibadah.

“Tujuh tempat itulah yang sudah ditetapkan larangan merokok. Untuk menguatkannya, kita buat Perda. Kita juga akan libatkan semua unsur dari tokoh agama, masyarakat, Polres dan lain-lain,” ungkapnya.
Sebelum adanya perda, masih katanya, Dinkes akan menjadi instansi percontohan terkait larangan merokok.

Disinggung perokok di Ogan Ilir, dr Siska menjelaskan, saat ini perokok di Ogan Ilir masih dalam kategori biasa dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya.

“Ya kalau dikalkulasi, ada sepertiga penduduk OI yang merokok. Itupun rata-rata usia produktif. Untuk baby smoking (bayi perokok), alhamdulillah tidak ada,” ungkapnya.

Lanjutnya, Dinkes tidak akan henti-hentinya memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat khususnya pelajar tentang bahaya merokok.
“Kita terus lakukan sosialisasi agar masyarakat paham dan mengerti bahaya merokok terutama pelajar,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati OI, H. Mawardi Yahya mengatakan, bahaya merokok sangat mengganggu kesehatan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasinya, seperti memasang billboard  mengenai bahaya merokok, lalu dilakukan kampanye anti rokok.

“Peserta yang menjadi kampanye anti rokok, harus orang yang pernah pecandu rokok , hingga akhirnya sakit, lalu ketika pecandu rokok itu sembuh dan tidak merokok lagi,” ujarnya.

Bupati menambahkan, ada tiga kebutuhan  mendasar bagi masyarakat Kabupaten OI, yakni  kesehatan, pendidikan dan ekonomi kerakyatan.

“Untuk kesehatan kita utamakan, karena kalau kesehatan kita terganggu maka akan terganggu yang lainnya, oleh sebab itu Pemkab OI telah berkomitmen membangun fasilitas kesehatan di setiap kecamatan termasuk membangun RSUD OI ,” terang Bupati.

Pada pertemuan tersebut, dilakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding  (MoU), atau nota kesepahaman tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Bupati OI, H. Mawardi Yahya, Wakil Ketua DPRD, Ahmad Syafei, Wakapolres OI, Kompol Isbeth, Ketua TP PKK Hj Fauziah Mawardi serta beberapa perwakilan instansi terkait.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster