Pedagang Pasar Pedamaran Direlokasi

9 total views, 3 views today

 

KAYUAGUNG – Setelah lama bernegosisasi dengan ratusan pedagang. Akhirnya Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan (BPPK) OKI dan pihak pemerintah kecamatan setempat berhasil merelokasi ratusan pedagang pasar di Kecamatan Pedamaran, tepatnya di Desa Menang Raya.

Para pedagang mulai pindah dari pasar sebelumnya ke tempat baru yang telah disiapkan, kamarin aktivitas pasar sudah mulai berjalan, walaupun sebagaian anak pedagang bendel yang ngotot tidak mau pindah. Terutama yang memiliki tempat tinggal di kawasan pasar lama.

“Sekitar 70 persen pedagang sudah pindah ke pasar baru, sisanya paling lambat kami kasih waktu sampai hari Jumat,” kata Kepala BPPK OKI, Tohir Yanto.

Menurut Tohir, tujuan relokasi pasar itu sendiri, bukan untuk menghilangkan mata pencaharian warga yang sudah lama berdagang di pasar lama. Namun tak lain untuk kenyamanan para pedagang dan pembeli. Karena kondisi pasar lama sudah tidak layak dan tak nyaman. Apalagi digelar di pinggir jalan yang mengakibatkan kemacetan serta kesemerawuatan.

Sementara kebersihan pasar kurang diperhatikan. Buktinya banyak sekali sampah yang dibiarkan begitu saja. ” Percayalah kami telah fasilitasi semua, mulai dari bak sampah dan mobil pengangkut sampahnya. Apalagi kondisi pasar yang baru lebih luas dan memang telah dibangun untuk pasar hanya saja sering digunakan setiap kalangan hari Minggu.” ujarnya.

Lanjut dia, bagi pedagang yang belum mau pindah. Dia yakin nanti akan pindah dengan sendirinya, lantaran temen mereka sudah banyak yang pindah.

“Ya, mereka sendiri yang rugi, kan sudah sepi yang lama. Akhirnya dengan sendirinya mereka juga pindah juga,” katanya.

Camat Pedamaran, Herloles, mengatakan, mengenai relokasi pasar ini memamg sudah lama akan dilakukan. Namun karena masih terus bernegosiasi melalui rapat. Akhirnya kemarin para pedagang mau juga direlokasi ke pasar baru.

“Kalau mereka sudah pindah kan, ketertiban pasar akan terjaga, pemerintah telah menyediakan tempat sampah, mobil pengangkut sampah. Tidak seperti pasar yang lama, yang menggunakan badan jalan, sehingga menyebabkan jalan sering macet,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com