Alex : Saya Tidak Ingkar Janji

 380 total views,  2 views today

Alex Noerdin Gubernur Sumsel | Dok KS

Alex Noerdin Gubernur Sumsel | Ist

PALEMBANG – Ratusan Massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Sumsel Untuk Keadilan Agraria kemarin siang menyambangi kantor Gubernur Sumsel. Mereka menuntut agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menyelesaikan berbagai macam konflik agraria yang terjadi dan menyebabkan kerugian moril dan materil di masyarakat.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Serikat Petani Sriwijaya (SPS) yang juga sebagai koordinator aksi, Anwar Sadat, dalam orasi tersebut menyampaikan 8 tuntutan yaitu membebaskan enam petani dan tokoh adat di kabupaten Muratara. Melaksanakan pembaharuan agraria di Sumsel melalui penyedian dan perlindungan tanah untuk petani dan masyarakat adat lainnya. Seperti tanah petani desa nusantara air sugihan kabupaten OKI, tanag di desa sinar harapan, desa telang, desa simpang bayat, desa pangkalan bayat, desa dawas dan desa pangkalan tungkal di kabupaten MUBA.

“Lalu penyelesaian konflik agraria di Sumsel yang berpihak pada keadilan bagi petani dan masyarakat adat seperti petani desa sodong OKI dengan PT SWA, petani Ogan IIir dengan PTPN VII Cinta Manis, petani Pagar Dewa di Kabupaten Muara Enim dengan PTPN VII Beringin dan petani desa Cempaka di Kabupaten OKU Timur,” katanya saat berorasi di depan kantor gubernur, Rabu (24/9).

Selain itu, pihaknya menginginkan perhatian serius kepada petani untuk mengelolah tanah secara maksimal, melalui akses permodalan dengan cara pengembalian bertahap dan pembangunan infrastruktur pertanian dengan bantuan teknologi dan produksi pertanian. Serta meningkatkan harga jual karet petani melalui perlindungan harga dan tata niaga karet.

“Serta menghentikan kriminalitas terhadap petani, masyarakat adat dan pejuang ageraria karena masih adanya penangkapan, intimidasi dan teror,” terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menuntut untuk menghentikan keterlibatan TNI/Polri dalam konflik agraria dan mendesak gubernur, bupati dan walikota, DPRD di Sumsel untuk melaksanakan pembaharuan agraria sejati melalui pelaksanaan sebagaimana tuntutan diatas serta membuat peraturan daerah yang berpihak pada kepentingan petani dan masyarakat adat.

“Begitu juga untuk disampaikan pada Presiden dan wapres terpilih untuk melaksanakan pembaharuan agraria di Indonesia,” tegasnya.

Mendengar orasi ratusan pendemo ini, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dengan sigap keluar dari ruang kerjanya dan menghadapi ratusan pendemo yang berlangsung cukup tertib dan aman tesebut.

Menurut Alex, dirinya berjanji untuk menyelesaikan semua tuntutan para petani tersebut bersama dengan pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Kabupaten/Kota dan stake holder lainnya.

“Memang masalah agraria ini sangat kompleks, namun saat ini sudah berangsur-angsur diselesaikan. Kalau mengenai harga karet ini berdasarkan harga dunia internasional. Sekarang adalah hari tani, gubernur tidak akan ingkar janji karena saya dipilih oleh rakyat. Syukurlah demo berlangsung damai, tetap jangan anarkis dan jangan terprovokasi. Tuntutan akan kita selesaikan sama-sama, mudah-mudahan wakil rakyat yang baru terpilih ini juga benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat,” pungkasnya.

 

TEKS    : IMAM MAHFUZ
EDITOR   : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster