Adik Bupati OKUS Kembali Dperiksa

 250 total views,  2 views today

PALEMBANG – Kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Jalan Jagaraga Ogan Komring Ulu Selatan (OKUS) terus berlanjut, setelah menetapkan Maulana jadi tersangka dan divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Nergri (PN) Tipikor Palembang, adik Bupati OKUS ini kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel, Rabu (24/9).

Maulana datang memenuhi pemanggilan penyidik sebagai saksi untuk tersangka Sudirman dan Irwan dalam perkara yang sama. Dengan mengenakan kemeja berlengan pendek dan peci putih, Maualan melangkah pelan sembari bercerita dengan rekan-rekannya.

Di tengah pemeriksaan, pria yang berstatuskan rekanan dari Pemkab OKU Selatan dalam proyek pembangunan Jalan Jagaraga ini menyempatkan diri menunaikan ibadah Shalat Dzuhur.

Dikatakan Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit I, AKBP Imran Amir, Maulana dipanggil untuk dimintai keterangan terhadap peranan Sudirman dan Irwan dalam proyek pembangunan Jalan Jagaraga. Sudirman dan Irwan sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel.

“Kita lakukan pemangilan terhadap Maulana sebagai salah satu terpidana kasus Jagaraga untuk diambil keteranagan guna melangkapi berkas dua tersangka lainnya, yaitu Sudirman dan Irwan. Langkah ini proses pelengkapan berkas sebelum diserahkan ke kejaksaan untuk diperiksa,” kata Imran.

Dilanjutkan Imran, jika nantinya berkas keduanya sudah dinyatakan lengkap, akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi agar proses hukum bisa berlanjut. Baik Sudirman dan Irwan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak beberapa waktu yang lalu.

Dijelaskan Imran jika penyelesaian kasus korupsi berbeda dengan kasus pidana umum (pidum) lainnya. Jika kasus pidum bisa selesai dalam waktu singkat, tidak demikian dengan tipikor. Pasalnya, penyidik harus memeriksa saksi-saksi yang dinilai berkaitan dengan suatu proyek. Belum lagi, masih harus kordinasi dengan berbagai pihak, seperti saksi ahli dan BPKP.

Sementara dalam kasus ini sudah ada tiga terpidana tipikor proyek pembangunan Jalan Jagaraga OKU Selatan. Selain Maulana, dua terpidana lainnya adalah Burhaenedi (PPTK) dan Khairul Amri (PPK). Keduanya juga sudah divonis di PN Tipikor Palembang.

Sementara itu, Kapolri Jendral Polisi Sutarman menambahkan, Polri sangat serius dalam melakukan pengungkapan kasus korupsi. Bahkan, untuk kasus korupsi, telah menjadi salah satu prioritas penegakan hukum dikarnakan berdampak sangat luar biasa dengan kemakmuran masyarakat.

“Polda Sumsel merupakan salah satu polda yang terbaik di Indonesia dalam mengungkap kasus korupsi. Saat ini, dalam mengungkap kasus korupsi Polda Sumsel telah melampaui terget, yakni di atas 150 persen lebih,” pungkasnya.

 

TEKS  : OSCAR RYZAL
EDITOR  :  SARONO SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster