Terkait Kasus Penggelapan KUR BRI Senilai Rp10,5 M, Kejaksaan Kayuagung Lakukan BAP Lapangan

 371 total views,  2 views today

Kejari kayuagung melakukan cek lapangan penyelidikan kasus korupsi dana KUR. | Foto : Dok KS

Kejari kayuagung melakukan cek lapangan penyelidikan kasus korupsi dana KUR. | Foto : Dok KS

 

 

KAYUAGUNG – Kasus dugaan penggelapan dana pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI Kayuagung untuk anggota KUD Mekar Sari di Desa Mekar Wangi, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) senilai Rp10,5 milyar, kini memasuki babak baru.

 

Jika sebelumnya para pengurus KUD Mekar Sari baik lama maupun baru yang menjalani pemeriksaan di Kantor Kejari Kayuagung, kini tim penyidik yang dipimpin Ilyas Situmorang SH dan Ahmad Sazili SH, turun langsung ke lapangan guna melakukan pemeriksaan terhadap semua anggota KUD tersebut, Selasa (23/9).

Pantauan  di KUD Mekar Sari, 5 orang penyidik Kejari Kayuagung tiba di KUD sekitar pukul 13.45 WIB. Dengan disaksikan Sekcam Mesuji, Mulono dan Kades Mekar Wangi, Indriyani, para penyidik secara maraton meminta keterangan kepada para anggota KUD yang datang, baik mereka yang menerima maupun yang tidak menerima dana pinjaman KUR tersebut. Baca Juga (Gelapkan Dana KUR BRI Rp 10,5 M, Empat Pengurus KUD Dipanggil Jaksa)

 

Pemeriksaan dilakukan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada para anggota dan pengurus. Anggota KUD Mekar Sari harus mengisi formulir yang bertuliskan surat keterangan dan berisikan sejumlah pertanyaan pada lembaran yang dibagikan tim penyidik kepada 620 anggota KUD tersebut.

 

Ahmad Sazili SH dihadapan para anggota KUD Mekar Sari mengaku kedatangan mereka guna mencari titik terang terkait permasalahaan dugaan penggelapan dana KUR yang sejak 2 tahun lalu di-pinalty oleh bank penyalur dalam hal ini BRI Kayuagung.

 

“Kita ingin permasalahan ini tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya. Kami tidak ingin masyarakat yang pada kenyataannya telah melunasi pinjaman, namun sertifikat lahan yang digadaikan nantinya lenyap,” ujar Sazili.

 

Pihaknya ingin mendata semua anggota KUD baik yang meminjam ataupun tidak, serta telah melunasi atau belum untuk mengetahui berapa besar dana KUR yang benar-benar disalurkan kepada masyarakat Mekar Wangi, khususnya bagi anggota KUD Mekar Sari.

 

“Yang perlu diketahui, dana KUR ini tidak bisa digunakan untuk menebus meteran listrik. Pemerintah melalui BRI berupaya membantu masyarakat dengan memberikan pinjaman modal melalui KUR bagi mereka yang mempunyai usaha, namun usahanya tidak berjalan karena keterbatasan modal,” terangnya.

 

Untuk itu, pihak Kejari Kayuagung menginginkan kepada para anggota KUD untuk memberikan data, keterangan dan bukti yang benar-benar valid, agar permasalahan ini bisa cepat diselesaikan dengan tidak merugikan pihak manapun.

 

“Informasi yang kami terima penyaluran dana KUR bagi masyarakat Mekar Wangi dan anggota KUD Mekar Sari ini dicairkan melalui Panitia pengurusan KUR yang diketuai H Sutiyono, kami ingin tahu sejauhmana peran panitia ini dan seberapa banyak peminjam yang benar-benar menerima dana pinjaman, karena informasi yang kita terima juga ada warga diluar Desa Mekar Wangi dan anggota KUD Mekar Sari yang juga menerima dana pinjaman KUR oleh H Sutiyono ini,” bebernya.

Ditambahkan Ilyas Situmorang SH, pihaknya sengaja melakukan pemeriksaan dengan metode kuisioner agar mempermudah proses pemeriksaan. “Karena kita tahu anggota KUD Mekar Sari ini jumlahnya banyak, belum lagi masyarakat di luar Desa Mekar Wangi yang juga menerima pinjaman baik dengan agunan maupun tidak kepada Panitia KUR. Mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan tidak mengabaikan hak-hak masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KUD Mekar Sari, Wakri didampingi Bendahara, Mukliyadi dan Sekretarisnya, Heri berharap kepada penyidik Kejari Kayuagung untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan sebaik-baiknya. Pihaknya tidak ingin masyarakat dan anggota KUD nantinya memikul beban berat untuk melunasi hutang pinjaman di BRI Kayuagung senilai Rp8,3 Milyar lebih, sementara yang menikmati uang tersebut lepas dari tanggungjawabnya.

 

Seperti diketahui sebelumnya, dugaan penggelapan dana KUR BRI ini terungkap setelah pihak BRI Kayuagung selaku penyalur mengirimkan surat ke KUD Mekar Sari, dimana dalam surat tersebut dinyatakan bahwa KUD Mekar Sari belum juga melunasi pinjaman hingga batas akhir kredit, sehingga pihak bank mengenakan pinalti selama 2 tahun dan berkewajiban melunasi pinjaman dan membayar denda.

Padahal, berdasarkan keterangan dari para peminjam yang tak lain adalah anggota KUD Mekar Sari, bahwa mereka hanya meminjam uang senilai Rp1,5 miliar untuk 3 kelompok anggota KUD pada tahun 2009 dan telah melunasinya pada tahun 2012 lalu, sehingga terjadi selisih senilai Rp9 Milyar dan dananya entah kemana. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut selanjutnya diadakan pertemuan antara pihak BRI dengan para peminjam di aula KUD Mekar Sari, Kamis (11/9).

 

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster