Satu Hari Jelang Pernikahan, Calon Pengantin Tewas Tenggelam

 291 total views,  2 views today

Ilustrasi Tenggelam | Ist

Ilustrasi Tenggelam | Ist

INDERALAYA – Niat Yuli (23), untuk membangun mahligai rumah tangga dengan Rian, (25) kekasihnya, pupus sudah. Pasalnya, Rian yang tercatat sebagi warga Desa Kemambang Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), oujaan hati Yuli, tewas setelah tenggalam di Sungai Ogan Desa Sri Kembang, Kecamatan Muara Kuang, Selasa (23/9), sekitar pukul 11.00 WIB. Pesta pernikahan yang sedianya akan dilangsungkan pada Rabu (hari ini), pun akhirnya kandas.

Informasi yang didapat, korban Rian, datang ke Desa Sri Kembang, untuk melamar sang kekasih Yuli, Senin (22/9), lalu. Namun, pada Selasa (kemarin-red), Rian diajak calon kakak ipar Semur (50), untuk mengambil kayu yang berada di seberang sungai untuk keperluan sedekah pernikaham Rabu (hari ini-red).

Korban dan Semur, menyebrang dengan perahu tanpa hambatan yang berarti. Setelah itu, satu persatu kayu dibawa dan diletakan diatas perahu. Usai memuat kayu, korban dan kakak ipar kembali melanjutkan perjalanan ke seberang sungai. Naas, saat itu aliran sungai sangat deras. Banyaknya muatan membuat perahu tiba-tiba terbalik. Lantaran tidak dapat berenang, korban terseret bersama derasnya aliran sungai. Sementara sang kakak ipar selamat dan berhasil menyepi.

Kejadian tersebut membuat gempar warga dan kedua belah pihak. Bersama warga, keluarga korban terus melakukan penyusuran untuk menemukan jasad korban. Setelah melakukan pencarian hampir lima jam, akhirnya jasad Rian ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Isak tangis keluargapun pecah lantaran melihat Rian sudah terbujur kaku. Yuli, calon istri korban pun tidak mampu menyembunyikan kesedihan usai melihat calon suaminya tersebut. Korban akhirnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Kepala Desa (Kades), Sri Kembang Ibnu Hajar, membenarkan kejadian tersebut. Mneurutnya, korban tidak bisa berenang saat perahu yang ditumpanginya terbalik. “Baru jarak 10 meter dari bibir sungai seberang Desa Sri Kembang, perahu yang mereka tumpangi karam dan calon pengantin pria tersebut terseret arus sungai. Korban tidak bisa berenang,” ujar kades.

Ibnu Hajar menambahkan, korban bisa ditemukan setelah dilakukan pencarian bersama warga dan keluarga korban. “Korban ditemukan sudah meninggal. Memang, rencananya, korban akan melangsungkan pernikahan pada Rabu (hari ini-red),” ujarnya.

 

TEKS    ; JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster