Penambahan Jaringan Gas di Palembang Terhambat

 385 total views,  2 views today

ilustrasi | Ist

ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Hingga saat ini, dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014, belum juga cair. Akibatnya, rencana penambahan jaringan gas (jargas) di tiga titik di metropolis terhambat.

Manajer Gas Kota, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Indra Kusnadi mengatakan, rencana penambahan pipa jargas itu sejak April 2014 lalu diprediksi menelan dana sebesar Rp 6,6 miliar.

“Namun realisasinya, kami masih menunggu pencairan dana dari APBD Perubahan 2014. Rencana awal April, tapi karena ada kendala teknis belum bisa dilaksanakan,” kata Indra yang dibincangi, Selasa (23/9).

Indra menyebutkan, pengembangan jargas itu berada di Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Alang-Alang Lebar (AAL) dan Ilir Barat (IB). Sebutnya, setelah selesai pemasangan pipa jargas, kemudian pihaknya akan melakukan instalasi ke rumah-rumah warga.

“Untuk tiga wilayah itu, kami targetkan pemasangan 2.000 pelanggan baru. Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk beralih menggunakan gas alam, alhamdulillah respon masyarakat cukup baik meskipun dari pihak kami sendiri belum melakukan pendataan secara resmi,”sebutnya.

Tapi sambungnya, walaupun demikian, sudah ada beberapa calon pelanggan yang mengambil berkas namun belum di proses atau di tindaklanjuti. “Setelah ada kepastian, barulah kami akan mendata. Dan berkas pengajuan warga untuk instalasi jargas segera di laksanakan,” terangnya.

Indra mengaku, proses pemasangan pipa jargas baru tersebut akan memakan waktu enam bulan. “Sebenarnya, target kami, warga yang berada di tiga kawasan jargas itu sudah bisa menikmati jaringan ini akhir tahun, tapi karena berbagai kendala terpaksa tertunda,”akunya.

Ditanya besaran biaya pemasangan jargas tersebut, Indra menjawab, biayanya sama seperti sebelumnya, yakni Rp 3.031.000 untuk penyambungan normal dengan satu titik api dan instalasi pipa sepanjang 18 meter. Sementara bagi pelanggan yang ingin menambah panjang pipa tinggal membayar Rp 55 ribu per meter dan Rp 204 ribu per titik api.

“Selain itu, biaya per meter kubiknya dibagi dua kelompok, untuk rumah tangga (RT) I membayar Rp 2.250 per meter kubik dan RT II dengan Rp 2.710. Hingga sekarang jumlah pelanggan gas kota sudah lebih dari 3.600 pelanggan,” bebernya.

Kata Indra, saat ini pelayanan jargas baru melayani warga di kawasan Lorok Pakjo dan Siring Agung. Pada tahun 2015 mendatang, PT SP2J menargetkan pemasangan hingga ke wilayah Seberang Ulu (SU). “Sekarang sudah ada 30 pelanggan baru yang belum terhubung gas alam, tetapi sudah disetujui untuk dipasang,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster