Musi Rawas Optimis Surlpus Beras

 103 total views,  3 views today

Ilustrasi Beras | Ist

Ilustrasi Beras | Ist

MURA – Berpisahnya Musi Rawas Utara (Muratara) dari Kabupaten Musi Rawas (Mura), ternyata tidak mempengaruhi produksi beras di Mura. Itu ditunjukkan dengan produksi padi di Mura pada 2013 yang surplus 95.717 ton dari target produksi padi 245.815 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Bahkan di 2014 menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holikultura Kabupaten Mura, Heriyanto melalui Kepala Bidangn Program, Mulyono, produksi padi di Mura tahun ini bakal meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Kita memang belum mempunyai data pasti, tetapi kita sudah berkoordinasi dengan Bada Pusat Statistik (BPS) yang melakukan survei. Data mereka menunjukkan produksi padi di Mura pada 2014, meningkat hingga 100 ribu ton GKG,” kata Mulyono yang dibincangi, Selasa (23/9).

Dengan kondisi itu ia yakin, produksi padi di Mura kembali akan surplus. Sebab kebutuhan beras di Mura lebih sedikit jika dibandingkan sebelumnya, karena saat ini Mura sudah menjadi dua kabupaten sejak terbentuknya Kabupaten Muratara.

“Kabupaten Mura, sudah terbagi dua yakni Mura dan Muratara. Artinya, surplus beras semangkin meninggi apalgi lokasi -lokasi produksi padi mayoritas di Kabupaten Mura seperti di Kecamatan Tugumulyo, Terawas, Megang Sakti dan Muara Beliti,” terangnya.

Kabid Produksi Tanaman Pangan, Tohirin menambahkan, keyakinan Mura akan mengalami surplus beras itu didukung juga dengan lancarnya pasokan air ke sawah-sawah milik petani. Di Mura jelasnya, kebutuhan air untuk persawahan dipasok dua jaringan irigasi yakni dari Bendungan Kelingi dan Bendungan Lakikan. “Bendungan Lakitan, bisa mengairi 9,800 hektar sawah. Sementara Bendungan Kelingi, bisa mengaliri 12 ribu hektar sawah,” tukasnya.

 

TEKS         : T MASRI SYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com