KPK Kirim Penyidik ke Palembang

 267 total views,  2 views today

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) | Ist

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) | Ist

PALEMBANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirim tim penyidik ke Palembang guna menelusuri penanganan perkara dugaan suap sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan Wali Kota Palembang, Romi Herton dan istrinya Masyito.

Penerjunan penyidik ke Palembang guna mengambil bukti-bukti baru berupa data dari sebuah perbankan di Palembang. “Kedatangan tim KPK ke Palembang karena ada kepentingan mengambil berkas dari salah satu bank di Palembang untuk kelengkapan berkas pemeriksaan RH dan istrinya, tapi saya tidak tahu bank apa,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi saat dihubungi, Selasa (23/9).

Dikatakannya, tim anti rasuah itu tiba di Palembang sejak Senin (22/9). Kedatangan mereka bukan untuk melakukan penggeledahan, melainkan mengambil data untuk proses pemeriksaan Romi Herton dan Masyitoh.

Menurutnya, sejauh ini belum ada pemeriksaan terhadap pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. “ Kalau pemeriksaan pejabat saya tidak tahu, setahu saya, tujuan kedatangan tim KPK ke Palembang hanya untuk pengambilan data dari salah satu bank,” tegasnya.

Sementara itu, informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, tim KPK yang berjumlah lima orang tersebut mendatangi kantor Sekretariat Daerah (Setda) Palembang pukul 13.00 WIB, dengan mengendarai mobil merk Toyota Inova nomor polisi BG 151 AP, dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Palembang untuk melengkapi berkas tersangka Romi Herton dan Masyitoh.

Kedatangan tim KPK itu diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Kepala Inspektorat, Asisten III Setda Palembang, Kabag Umum, Kepala BKPMD dan Kabag Keuangan Setda Palembang diruangan Wakil Wali Kota. Setelah itu, tim KPK tersebut keluar dari kantor Setda Palembang sekitar pukul 15.10 WIB

Asisten III Setda Palembang, M Hoyin, saat dikonfirmasi tidak banyak berkomentar. “Nanti saja,”ujarnya saat dibincangi wartawan.

Romi dan Masyitoh disangka melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat 1 juncto pasal 65 ayat 1 kesatu kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

 

TEKS     : ALAM TRIE

EDITOR   : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster