Untuk Meminimalisir Banjir, Palembang Butuh 43 Kolam Retensi Lagi

 299 total views,  2 views today

Ilustrasi Kolam Retensi | Dok KS

Ilustrasi Kolam Retensi | Dok KS

PALEMBANG – Jumlah kolam retensi di Palembang saat ini dinilai, belum ideal untuk bisa mengatasi banjir. Saat ini di metropolis, baru ada 22 kolam retensi. Idealnya ada 65 kolam retensi, artinya dibutuhkan tambahan 43 kolam retensi lagi di Palembang.

Karenanya menurut Kepala Dinas PU Pengairan Sumsel, Syamsul Bahri, akan diusulkan untuk pembangunan kolam retensi di Palembang. “Butuh sekitar 43 kolam retensi lagi di Palembang, guna meminimalisir banjir,” kata Syamsul dibincangi, Senin (22/9).

Menurut Syamsul, banjir di Palembang disebabkan dua faktor. Pertama karena peluapan air sungai karena melebih kapasitas. Kedua, disebabkan turunnya hujan dengan frekuensi tinggi. Jika keduanya tidak diantisipasi, maka dipastikan bakal terjadi banjir.

Karenanya terang dia, perlu koordinasi baik vertikal dan horizontal. Untuk sisi teknis melalui pembangunan waduk, drainase sedangkan sisi non teknis pihaknya berkoordinasi dengan tata ruang kota serta stakeholder.

“Banjir memang tidak bisa dihilangkan, namun dapat diminimalisir dengan pembangunan berbagai kolam retensi. Penanganan banjir melalui kolam retensi ini, sebenarnya peran berbagai pihak melalui dana sharing Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) VIII,” jelasnya.

Tahun ini jelasnya, pemprov bersama Pemkot Palembang dan BBWS VII akan membangun dua kolam retensi baru yakni di Sungai dan rumah pompa di Sungai Bendung. “Sekarang sedang memasuki tahap pembebasan lahan. Untuk pembebasan lahan di dua lokasi itu memerlukan dana Rp 70 miliar, pemprov mengalokasikan Rp 35 miliar, Pemkot Palembang Rp 15 miliar dan BBWS Rp 20 miliar,” terangnya.

Namun dana pembebasan lahan itu di APBD Sumsel jelasnya, baru siap Rp 20 miliar. Sisanya Rp 15 miliar akan dianggarkan di APBD perubahan. Ia menyebut, selama ini untuk mengatasi banjir di Palembang, Dinas PU Pengairan terkendala.

Selain keterbatasan dana juga terkendala keterbatasan kewenangan. “Kita terbatas aturan-aturan, tentang siapa yang berhak membangun. Namun, dengan pembangunan dua lokasi tersebut, setidaknya bisa meminimalisir terjadinya banjir di Palembang. Selain itu, kita juga terkendala tumpang tindih kepemilikan lahan yang akan dibebaskan, sering di lahan tersebut ada lebih dari satu sertifikat kepemilikan,” urainya.

Dikatakan Syamsul, untuk lahan di Sungai Bendung seluas 1,3 hektar namun baru siap 0,9 hektar. Sedangkan di Sungai Buah ada 1,8 hektar. Padahal menurut, di Sungai Buah dibutuhkan lahan seluas 6 hektar.

Karena kurangnya lahan, hal tersebut akan berpengaruh pada target pengurangan banjir dikawasan tersebut. “Namun nanti paling tidak diusahakan seluas 3 hektar, dengan ideal kedalaman 4 meter. Kedua pembangunan tersebut, konstruksinya diharapkan bisa dalam waktu bersamaan,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster