Tiga Kecamatan Rawan Titik Api

 183 total views,  2 views today

kebakaran lahan di Ogan Ilir.

Ilustrasi kebakaran lahan | Dok KS

MURATARA – Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Musi Rawas Utara ( Muratara) mencatat, dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Muratara ada tiga kecamatan rawan titit api yakni Kecamatan Nibung, Karang Dapo dan Rawas Ilir .

Kepala Disbunhut Kabupaten Muratara, H Ali Firmansya, menyebut di Bumi Beselang Serundingan ini, tiga kecamatan tersebut masuk katagori daerah rawan titik api. Sebab masyarakat di tiga kecamatan itu, masih cenderung membuka lahan untuk perkebunan dengan cara manual seperti membakar. Selain itu, banyak juga perkebunan-perkebunan milik warga yang berada ditengah hutan.

“Tiga kecamatan ini, kita catat sebagai titik hotspot lantaran masih banyaknya lahan perkebunan yang belum dibuka, dan rata-rata masyarakat yang membuka lahan masih menggunakan alat manual bukan alat berat,” kata Firmansya yang dibincangi, Senin (22/9) di ruang kerjanya.

Menurut Firmansya, kedepan Disbunhut akan berusaha mengadakan peralatan untuk memadamkan titik api yang saat ini masih menggunakan sistem manual. Untuk pengadaan alat tersebut, sudah dianggarkan. “Kita sudah anggarkan alat untuk pemadam api seperti baju anti api, tabung, garu dan alat pukul api ,” jelasnya.

Disbunhut pun terangnya, mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat jelasnya, walau pun membuka lahan perkebunan dengan cara manual tetapi diminta untuk lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan kebakaran hutan dan lahan. Kepala desa (kades) jelasnya, juga sudah diminta untuk melakukan pengawasan.

“Kami menghimbau masyarakat, agar lebih berhati-hati lagi membuka lahan karena saat membuka lahan, memilik efek yang yang luar biasa diantaranya mampu membakar lahan orang lain, sehingga bisa menimbulkan permasalahan baru,” ujarnya.

Ia juga berharap kepada kades, untuk terus mengawasi dan memberikan sosialisasi bagaimana tata cara membuka lahan agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. “Kita minta kepada kades dan BPD, untuk berperan aktif memberikan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat, “ tukasnya.

 

TEKS          : T MASRI SYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster