Kemarau, Warga Terpaksa Gali Sumur

34 total views, 3 views today

Proses Pembuatan Sumur Bor | Dok KS

Ilustrasi Proses Pembuatan Sumur Bor | Dok KS

INDERALAYA – Musim kemarau yang berkepanjangan berakibat pada sulitnya warga untuk mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, untuk mendapatkan air, warga terpaksa menggali sumur lebih dalam lagi.

Meski kesulitan, tampaknya hal itu menjadi berkah tersendiri bagi usaha penggaliann sumur pada musim kemarau.

Abu (45), sebagai tukang gali sumur menuturkan, dirinya cukup mengalami kesulitan saat melakukan pekerjaan galian sumur selama musim kemarau.

Menurutnya, untuk sampai ke titik air, harus menggali dengan kedalaman sekitar lima meter. Itu pun, mata air belum juga terlihat. “Ya, musim kemarau ini, sulit dapat air. Kedalaman bisa lima meter baru dapat air,” ungkapnya, kemarin.

Ia menambahkan, kesulitan tersebut benar-benar dirasakan saat menggali sumur di Kota Inderalaya tepatnya di Muhajirin. Untuk mendapatkan air, dirinya harus menggali sumur hingga kedalaman delapan meter.

“Di Gang Muhajirin, air bisa didapat pada kedalaman delapan meter. Penggaliannya pun membutuhkan tenaga ekstra,” paparnya.

Andi (40), warga Inderalaya mengaku, dirinya terpaksa memakai jasa penggalian sumur untuk mendapatkan air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, sejak musim kemarau, sumur miliknya kering dan sulit mendapatkan air. “Sejak kemarau, sumur kami kering Mas, jadi terpaksa pakai jasa penggalian sumur. Sebelum digali memang ada air, tapi keruh,” ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan menambahkan kedalaman sumur, air tersebut dapat diperolehnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terpisah, Kabid Air Bersih Dinas PU Cipta Karya, Pemkab OI, Firdaus mengakui, saat musim kemarau, air sulit didapat. Namun, di titik lokasi wilayah Kelurahan Inderalaya seperti Kelurahan Inderalaya Mulya maupun Inderalaya Raya saat ini, sudah mulai tersentuh layanan PDAM bagi warga.

“Sedangkan, untuk Program Penyediaan Air Minum Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), hanya bagi desa-desa yang sulit dijangkau,” pungkasnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com