Calo Darah Menjamur, Tiga Anggota PMI Palembang dipecat

 344 total views,  2 views today

 

Ilustrasi Donor Darah | Foto : Bagus Kurniawan

Ilustrasi Donor Darah | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Bisnis jual beli darah melalui calo di Palang Merah Indonesia (PMI) Palembang sudah menjadi rahasia umum. Pasalnya setiap pasien yang membutuhkan darah pas mendapatkan tawaran dari para calo tersebut ditambahlagi stok darah di PMI sering kosong.

Syamsuddin warga Peninjauan Kabupaten OKU mengaku, pernah mendapatkan tawaran dari para calo yang berkeliaran di depan PMI palembang ketika dirinya membutuhkan dari B untuk pengobatan putranya yang terkena sakit leokimia. “ Ya waktu itu putra saya butuh dara B sebanyak tiga kantong, ketika saya tanya di PMI stok darah tersebut sedang kosong, saya pun kebingungan lalu ada calo yang menawarkan dirah kepada saya,”katanya.

Menurutnya waktu itu, dirinya dimintai harga sebesar Rp 450ribu per kantong darah tapi dirinya menolak tawaran tersebut. “ Saya mau membayar darah semahal itu dapat uang dari mana, untung ada keluarga yang bekerja di rumah sakit jadi dia yang langsung datang ke PMI minta darah B,”ujarnya.

Yang membuat dirinya aneh lagi kata dia, kenapa waktu itu orang PMI bilang stok darah kosong ketika keluarganya yang bekerja di RS datang meminta darah di PMI tiba-tiba ada. “Jangan-jangan orang PMI ada main dengan para calo tersebut atau mungkin ini kejahatan yang sudah terstruktur,”katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran Kabar Sumatera di salah satu rumah sakit di Palembang, banyak oknum yang menawarkan darah bahkan para calo ini tak segan menawarkan harga mulai dari Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per kantong. Namun, harga tersebut masih bisa dinegosiasi. Tergantung golongan darahnya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per kantong.

Menyikapi hal tersebut Kepala PMI Cabang Palembang, Anton Suwindro memastikan tidak akan ada lagi calo darah di PMI karena belum lama ini pihaknya sudah memecat tiga anggota PMI palembang yang terbukti melakukan jual beli darah. “ Agustus lalu kita sudah memecat tiga orang dan saya pastikan tidak akan ada lagi,”katanya Senin (22/9).

Pemecatan itu sendiri merupakan laporan dari masyarakat karena sudah dirugikan kemudian pihaknya melakukan pengecekan dan ternyata benar ada oknum anggota yang memperjual belikan darah. “ Berdasarkan penelusuran kami satu kantong darah dijual Rp 400rib. Itu sudah menyalahi aturan, karena berdasarkan ketentuan biaya yang dikeluarkan warga yang membutuhkan darah hanya dibebankan Rp 250ribu per kantong,”tegasnya.

Anton juga berharap bagi masyarakat yang membutuhkan darah dapat datang secara langsung ke PMI jangan menggunakan calo,”cetusnya seraya berkata apabila masyarakat mendapati anggota PMI yang menjual darah segera laporkan ke PMI atau ke dinas kesehatan Kota Palembang,”jelasnya.

Untuk kebutuhan darah kata dia, sejauh ini terus terpenuhi dan tidak ada kendala karena pihaknya selalu melakukan donasi donor darah.

 

TEKS : ALAM TRIE

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster