Air Sungai Musi Kian Keruh, Kualitas Air Baku Menurun

 254 total views,  2 views today

Ilustrasi Sungai Musi yang Penuh Sampah Enceng Gondo | Dok KS

Ilustrasi Sungai Musi yang Penuh Sampah Enceng Gondo | Dok KS

PALEMBANG – Musim kemarau yang melanda Kota Palembang beberapa bulan terakhir, ternyata berdampak juga pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi. Pasalnya air di Sungai Musi kian keruh sehingga mempengaruhi kualitas air baku PDAM Tirta Musi.

Direktur Teknik PDAM Tirta Musi, Stephanus menyebut selama sebulan terakhir, kekeruhan air baku untuk produksi air bersih PDAM yang berasal dari Sungai Musi, meningkat menjadi 70 persen.

“Indikatornya suhu air naik. Tapi, kemarau tahun ini merupakan kemarau yang paling parah. Karena, musim kemarau sebelumnya tingkat kekeruhan tidak pernah mencapai angka 70 persen. Apa ini akibat banyaknya hutan gundul di kawasan hulu sungai ? kami tidak tahu,” kata Stephanus dibincangi, Senin (22/9).

Stephanus mengaku, akibat musim kemarau tahun ini berpengaruh terhadap pengolahan air. Setidaknya proses penyaringan akan lebih lama, dibandingkan hari-hari biasa. Namun, distribusi air bersih kepada pelanggan normal seperti biasa.

“Pelayanan yang baik harus tetap diutamakan, walaupun prosesnya lebih lama. Karena, jika tidak melalui proses penyaringan yang ketat, distribusi air kepada pelanggan tidak jernih,” akunya.

Stephanus menyebutkan, kebutuhan air bersih yang tinggi sekitar pukul 05.00-06.45 WIB, karena sebutnya pada jam tersebut, banyak warga yang akan keluar rumah untuk menjalankan aktivitas. “Kemudian, untuk puncak pemakaian tertinggi pada pukul 17.00-19.00 WIB,” sebutnya.

Lebih jauh Stephanus menjelaskan, saat ini produksi air bersih pelanggan PDAM Tirta Musi mencapai 9,6 juta meter kubik per bulan. Bahkan di Agustus lalu, pemakaian air bersih mencapai 10 juta meter kubik. “Padahal, distribusi air bersih ke pelanggan baru 9,4 juta meter kubik per bulan dan bulan depan bisa mencapai 9,6 juta meter kubik,” bebernya.

Walaupun demikian, Stephanus menambahkan, pihaknya akan terus berusaha untuk melakukan pembenahan, sehingga pelayanan kepada warga tidak terganggu. “Saat ini kami tengah memaksimalkan seluruh Intalasi Pengolahan Air (IPA) dengan cara memodifikasinya dengan kapasitas 12.000 M3, seperti IPA Borang, Plaju, dan Karang Anyar,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster