Tagihan Listrik Membengkak, Warga Kenten Mengeluh

 324 total views,  2 views today

Pemasangan Amper Listrik PLN | Dok KS

Ilustrasi Pemasangan Amper Listrik PLN | Dok KS

PALEMBANG – Hampir manyoritas Warga Kenten Laut, Banyuasin mengeluh. Pasalnya tagihan listrik pada September ini meroket selain itu sering terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba dalam beberapa hari terakhir.

Maryam, salah satu pelanggan listrik di Pos Giro Betung Banyuasin mengaku kesal atas ulah PLN yang sering melakukan pemadaman, akibatnya banyak warga yang mengalami kerugian karena banyak elektronik yang mengalami kerusakan. “ Yang buat kesal lagi listrik sering mati tapi tagihan membengkak,”cetusnya.

Dikatakannya, sejak tiga tahun terakhir ini tidak ada petugas pencatat meteran. Karena sering terjadi perbedaan antara angka pemakaian listrik dan direkening tagihan.

Hal yang serupa diungkapkan Tommy (33) warga kenten laut ia mengaku, hampir setiap bulan tagihannya berkisar Rp179.000 dan terakhir bulan agustus Rp. 477.000. Namun untuk pembayaran tagihan bulan september jadi menggila, ia harus membayar Rp 832.000.

“Nggak tahu kenapa bisa naik (tagihan listrik,). Padahal pemakaian sama saja, tidak ada yang berubah, naiknya sampai tiga kali lipat, sepertinya petugas yang menghitung meteran di rumah kami selama ini asal tebak saja,”ujarnya.

Khayal yang juga warga Griya damai kenten laut mengungkapkan, bahwa tagihan listriknya juga bengkak bulan ini,beberapa bulan sebelunnya tagihan hanya berkisar Rp 200 ribu – Rp 300 Ribu namun bulan ini Rp 1 Juta. “Ini membingungkan kami, mana listrik sering padam juga,” terangnya.

Keluhan serupa juga dilontarkan Budi(42), warga sedudukputih kenten yang mengaku tagihan listrik di rumahnya ikut melonjak. Walau kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan, namun pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta ini mempertanyakan mengapa di saat pemadaman listrik masih berlangsung namun tagihan listrik ke rumah pelanggan malah naik.

‘’Padahal pemakaian normal, tapi aneh tagihan listrik malah naik, kadang ada sebulannya mencapai Rp 800.000,’’ keluhnya.

Sementara itu, Syafdinnur Manager PLN Rayon Kenten, melalui salah seorang staf yang enggan disebut namanya mengutarakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tagihan sering melonjak secara tiba-tiba dalam jumlah yang terkadang besar. Yakni faktor human error petugas yang melakukan pengecekan KWH meter di rumah pelanggan dan juga pemakaian pelanggan yang melonjak.

“Terkadang petugas pengecek di lapangan tidak dapat melihat jelas KWH meter karena rumah dan pagar dalam keadaan terkunci. Selain itu pemakaian pelanggan yang melonjak juga menjadi salah satu faktornya,” jelasnya.

Namun demikian, ia tidak serta merta menyalahkan petugas  dilapangan, karena faktor di lapangan juga terkadang tidak bisa ditolerir.

Untuk menghindari hal tersebut, ia meminta masyarakat untuk memberikan akses bagi petugas untuk dapat melihat dan menjangkau KWH meter.

Lebih lanjut dikatakannya, jika masyarakat merasa ada yang ganjil dengan tagihan listrik bisa langsung mendatangi kantor rayon PLN atau menelfon call centre di nomor 123. Nanti akan jelas berapa sebenarnya tagihan yang harus dibayar pelanggan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat sebelum membayar listrik hendaknya mengecek KWH meter terlebih dahulu. Dan saya juga menyarankan bagi masyarakat untuk menggunakan listrik sistem pulsa, karena sistem ini dinilai lebih efisien dan pemakaiannya dapat dikontrol,” tutupnya.

 

TEKS    : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR  : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster