Soetrisno Bachir Tolak Jadi Menteri Jokowi-JK

 306 total views,  2 views today

Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar (PKB) Pelajar Islam Indonesia (PII), Soetrisno Bachir, | Foto : Tempo.co

Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar (PKB) Pelajar Islam Indonesia (PII), Soetrisno Bachir, | Foto : Tempo.co

PALEMBANG – Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar (PKB) Pelajar Islam Indonesia (PII), Soetrisno Bachir, menolak masuk menjadi salah satu menteri di kabinet yang akan dibentuk Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mendatang.

Padahal mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, saat pemilihan presiden (Pilpres) lalu, adalah salah satu tim pemenangan Jokowi-JK dan disebut-sebut masuk kandidat menteri di kabinet yang akan dibentuk Jokowi-JK.

” Kata siapa saya masuk dalam deretan nama menteri, siapa yang nawarin. Kalian wartawan wartawan inilah mungkin yang nawarin. Saya cocoknya jadi pengusaha, jadi penasehat. Menasehati pemerintah, kira-kira cocoknya jadi itulah. Kalau jadi menteri, cocoknya kalian wartawan ini kayaknya. Kan pak Dahlan, wartawan jadi menteri,” kata Sutrisno yang dibincangi usai di Sekretariat PKB PII Sumsel di Jalan Jalan Embacang Talang Keranggo Palembang, Minggu (21/9).

Memang kata Soetrisno, ia cukup dekat dengan pasangan Jokowi-JK. Bahkan akunya, ia kerap berdiskusi dengan keduanya guna mencari cara untuk kesejahteraan rakyat Indonesia kedepan.

“Ya, saya memang masuk didalam tim Jokowi-JK. Tetapi saya, tidak ikut politik praktis. Sekarang banyak berdiskusi, berdialog dengan Jokowi-JK untuk bagaimana nanti pemerintahannya. Itu untuk melakukan perubahan yang sangat fundamental, memperbaiki keadaan Indonesia. Sehingga pertumbuhan kesejahteraan itu meningkat dengan tajam. Saya yakin itu akan terjadi dengan kepemimpinan Jokowi-JK yang sederhana, merakyat, anti korupsi,” ungkap Soetrisno yang kerap disapa Mas Tris ini.

Masih kata Strisno, meski ia duduk sebagai tim Jokowi-JK akan tetapi organisasi PKB PII yang di ketuainya saat pelaksanaan Pilpres lalu, tetap bersikap netral. Hanya saja, secara personal masing masing pengurus atau anggota mereka tidak dilarang dalam menentukan pilihan politiknya. Menurut dia, ada anggota PKB PII yang memilih bergabung ke pasangan Prabowo-Hatta dan ada juga ke pasangan Jokowi-JK.

” Saya sendiri ikut ke pasangan Jokowi-JK, yang kebetulan pak JK sendiri merupakan Ketua Dewan Kehormatan PKB PII. Yang tidak boleh itu, kita ribut sendiri. Terpilih jadi menteri juga tidak, jangan sampai saling mengeluarkan kata-kata kasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, di pemerintahan Jokowi-JK mendatang, sektor UMKM akan menjadi salah satu perhatian untuk membangkitkan ekonomi Indonesia. Pemerintahan mendatang jelasnya, akan mensupport sektor tersebut.
TEKS    : ARDHY FITRIANSYAH
EDITOR   : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster