“Pembangunan Jalan Kota Lahat Mubazir”

 569 total views,  2 views today

LAHAT – Albert Agus Topan, warga Lahat membeberkan pembangunan jalan di Lahat terkesan hanya menghambur-hamburkan anggaran. Tak percaya? Kata Albert, lihatlah jalan di desa-desa yang kondisinya tak laik lagi dan terksesan mubazir.

“Lihatlat Jalan Kolonel Burlian, Mayor Ruslan, dan beberapa jalan lainnya yang kini terkesan mubazir,” cetus Albert kepada Kabar Sumatera, Ahad (21/9).

Kata Topan, sebelum jalan-jalan ini kembali diaspal, kondisi jalan masih sangat laik dilewati kendaraan meski ia tak menapik ada beberapa titik yang harus dibenahi.

“Jalan itu sebelumnya masih sangat bagus. Jadi mubazir saja kalau kembali dibangun. Kalau memang ada beberapa titik yang rusak perbaiki saja titik yang rusak sehingga bisa menghemat anggaran dan bisa dialokasikan ke lokasi lain yang lebih memerlukan,” ia menyesalkan.

Ia berkata, masih sangat banyak jalan khususnya di pedesaan yang mendesak untuk dibangun. Seperti di Desa Beringin Janggut Kecamatan Kikim Selatan, Desa Lubuk Seketi Kecamatan Kikim Barat, dan beberapa titik desa lainya.

“Pembangunan yang ada saat ini jauh dari kata memenuhi asas keadilan bagi masyarakat. Yang sudah laik dan mendesak bahkan sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perhatian secara maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan tersebut hanya untuk akal-akalan semata yang pasti akan sangat menguntungkan pemborongnya.

“Kita tahu Lahat merupakan ibu kota kabupaten yang banyak dikunjungi. Namun tetap pemerintah harus adil. Jangan sampai kesenjangan terjadi sehingga terjadi diskriminasi,” tegasnya.

Disisi lain, Topan juga menyoroti kinerja DPRD Lahat selama ini. Makanya ia berharap para wakil rakyat Lahat ini harus lebih baik lagi.

“Jangan mudah ketok palu. Lihat dan pahami dahulu usulan pembangunan yang diajukan eksekutif. Jika memang asa manfaatnya kecil untuk apa disetujui,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Lahat, Ludik Sitompul melalui Sekretaris PU BM Faisal Amri menyampaikan, dibangunya kembali jalan pusat kota seperti di sepanjang Jalan Mayor Ruslan untuk peningkatan kualitas jalan.

“Secara kasap mata jalan di pusat kota ini masih laik. Namun, kualitasnya sendiri sudah banyak lubang. Malu kita kalau jalan pusat kota seperti itu. Apa kata orang saat datang ke Lahat melihat kondisi jalan yang ada,” terangnya.

Faisal membantah kalau pembangunan hanya tambal sulam saja. Kata dia, pembangunan juga dilakukan di 13 kecamatan lain yang ada di Lahat. Sebanyak Rp 100 miliar digelontorkan untuk paket pembangunan jalan di 14 kecamatan.

“Tidak ada penguasaan jalan kota. Kita akui memang masih banyak jalan di pedesaan yang saat ini butuh perbaikan. Lagi pula pembangunan jalan kota satu paket dengan pembangunan jalan di 13 kecamatan lain,” disampaikan Faisal.

 

TEKS  : JUMRA ZEFRI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster