Pastikan Tercemar atau Tidak, Sample Air Sungai Gasing akan Diambil

 422 total views,  2 views today

Ilustrasi | Net

Ilustrasi | Net

BANYUASIN – Keluhan warga yang berdomisili disepanjang bantaran Sungai Gasing tepatnya di Kampung Basah, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa yang mengeluhkan tercemarnya Sungai Gasing, akibat limbah dari PT Bumi Waras (BW), direspon oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin.

BLH berjanji, akan segera turun ke lapangan untuk mengambil sample air dari sungai tersebut. “Secepatnya kita akan turun ke lokasi” kata Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Penegakan Hukum Lingkungan, Imron ketika dibincangi ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan Imron, BLH belum bisa memastikan apa penyebab tercemarnya Sungai Gasing tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya jelas Imron, sample air dari Sungai Gasing harus diteliti dahulu di labortorium.

“Kita belum bisa memastikan apakan tercemar atau tidak, nanti setelah diuji di labortorium baru bisa tahu. Sebab itu, secepatnya kita akan ke lokasi untuk mengambil sample air di Sungai Gasing, guna di uji di labortorium,” janjinya.

Namun kapan meninjau ke lokasi, Imron belum memastikan karena masih menunggu surat tugas turun “Tidak lama, namun tunggu surat tugas dulu” tukasnya

Sebagai informasi, seperti diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya, sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di di Kampung Basah, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, mengeluhkan tercemarnya Sungai Gasing.

Padahal menurut Sumitro (34), salah satu warga Kampung Basah, air dari Sungai Gasing itu selama ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Akibat tercemarnya sungai tersebut, yang diduga diakibatkan limbah dari PT BW, warga kini kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Warga sebut Sumitro, sejak Kamis (11/9) lalu, sudah melakukan aksi memprotes pencemaran terhadap aliran Sungai Gasing oleh PT BW tersebut. Warga sudah mendatangi kelurahan dan kecamatan, tujuannya agar perusahaan tersebut tak lagi membuang limbah ke Sungai Gasing.

Namun aksi itu, belum juga mendapatkan tanggapan. Belum ada respon, dari kelurahan maupun kecamatan untuk mendesak PT BW menghentikan aktivitas pembuangan limbah mereka Sungai Gasing.

“Karenanya, kami akan melakukan aksi lebih besar. Kami akan mendatangi kelurahan dan kecamatan kembali. Jika tidak juga ditanggapi, kami akan melakukan aksi ke Pemkab Banyuasin, untuk meminta bupati turun tangan menghentikan pencemaran yang dilakukan PT BW tersebut,” tegas Sumitro.

Ia menyebut, aliran Sungai Gasing kini sudah tercemar oleh limbah dari pabrik milik PT BW. Warga jelasnya, sudah beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara air dari Sungai Gasing, yang bisa digunakan warga untuk keperluan sehari-harii sudah tercemar.

Karenanya terang Sumitro, warga tak bisa lagi menahan diri dengan kondisi tersebut. Sehingga mau tidak mau, warga mendesak pihak kelurahan maupun kecamatan untuk bertindak. “Kalau memang tidak juga direspon, kita akan kepung kantor Bupati Banyuasin. Dengan begitu kita harapkan bupati, bisa turun tangan menghentikan pencemaran tersebut,” tukasnya.

 

TEKS          : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster