KASBI Sumsel : UMK Palembang Belum Layak

 251 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Upah Minimum Kota (UMK) Palembang 2014 , yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mencapai Rp 1.850.000. UMK ini naik sebesar 12 persen, dibandingkan UMK Palembang 2013.

Namun Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumatera Selatan (Sumsel) menilai, UMK Palembang 2014 masih belum layak. Oleh itu UMK tahun 2015, harus dinaikkan.

Perwakilan Kasbi Sumsel, Cerah mengatakan, yang menjadi pertimbangan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menaikkan UMK adalah kebutuhan hidup layak (KHL), karena kebutuhan pokok saat ini terus mengalami kenaikan. Pihaknya berharap, agar upah yang diberlakukan sesuai dengan kondisi nyata kebutuhan hidup.

“Angka idealnya kami belum ajukan, karena sekarang masih survei KHL. Namun, kami tetap melakukan survei tandingan terkait KHL. Mungkin bulan depan sudah ada usulan kenaikan UMK dari Kasbi,” katanya, belum lama ini.

Menurut Cerah, di zaman yang semakin berkembang dan kebutuhan hidup yang terus naik, sudah selayaknya upah buruh naik. Ia menegaskan, pihaknya menolak keras upah murah karena akan membuat moral bangsa rusak.

“Yang pasti, kami meminta upah selayak mungkin, Jangan ada penindasan terhadap kaum buruh. Anggaplah kaum buruh sebagai aset bukan sebagai objek yang seenaknya diberlakukan begitu saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Industrial dan Syarat Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang, Yusna mengatakan, UMK tahun 2015 akan ditetapkan bulan November. Saat ini, pihak terkait tengah menghitung angka komponen KHL.

“Saat ini sedang pembahasan, kami sudah mengundang dewan pengupahan, Badan Pusat Statistik (BPS), Disperindag, dan perguruan tinggi untuk membahas ketentuan yang berlaku,” terangnya.

Yusna mengaku, apabila tidak ada halangan, UMK akan ditetapkan di November mendatang, melalui keputusan kepala daerah. Sedangkan untuk perhitungan komponen KHL, dilakukan enam bulan berturut-turut sebelum besaran UMK diputuskan. “Kami masih studi KHL,”akunya.

Yusna menambahkan, berdasarkan pengalaman pihaknya, setiap tahun UMK pasti naik. Seperti tahun 2013 ke 2014, dari Rp 1.650.000, naik menjadi Rp 1.850.000. “Untuk besarannya belum tahu. Kami yakin jika komponen yang dihitung bisa bertambah, maka UMK naik,” tukasnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE PUTRA
EDITOR   : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster