2015, 4000 Hektar Sawah di Musi Rawas Teraliri

 357 total views,  2 views today

Pembina Balai Besar Wilayah Sungai VIII (BBWSS) Satuan Kerja Op SDA Sumsel, Mawardi melakukan panen raya di sawah yang sudah teraliri dari saluran irigasi yang dibangun BBWSS di Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura, kemarin. | Foto : T Masri Syah/KS

Pembina Balai Besar Wilayah Sungai VIII (BBWSS) Satuan Kerja Op SDA Sumsel, Mawardi melakukan panen raya di sawah yang sudah teraliri dari saluran irigasi yang dibangun BBWSS di Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura, | Foto : T Masri Syah/KS

MURA – Petani di Kabupaten Musi Rawas (Mura), selama ini mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan air guna mengaliri sawah-sawah mereka. Sehingga tak jarang, ada petani yang mengalami gagal panen.

Kedepannya persoalan itu, bakal teratasi. Pasalnya, saat ini Balai Besar Wilayah Sungai VIII (BBWSS) Satuan Kerja Op SDA Sumsel, tengah menyelesaikan pembangunan irigasi agar dapat mengaliri air sungai, disejumlah sawah.

Bahkan ditargetkan pada 2015 mendatang, ada 4000 hektar sawah di Kecamatan Muara Lakitan, akan teraliri air dari Sungai Musi. “Ada dua saluran irigasi yang tengah kita bangun di Mura yakni saluran irigasi tersier yang digunakan untuk mengaliri air ke sawah-sawah. Satunya lagi yakni jaringan utama, yang dimanfaatkan untuk kegiatan lainya,” kata Pembina OP Balai Besar Sumsel, Mawardi yang dibincangi usai panen raya di Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura, kemarin.

Ia menyebut, saluran irigasi itu terus dikebut pembangunannya. Sehingga pada 2015 mendatang, irigasi itu sudah bisa mengaliri sawah-sawah milik petani. Menurutnya, saat ini sudah 2000 hektar lebih sawah yang ada di Kabupaten Mura, teraliri.

Itu membuat sawah-sawah yang sebelumnya sempat mengalami gagal panen akibat kekurangan pasokan air, sudah bisa kembali berhasil ditanam. “Target kami ini, akhir tahun ini ada 4000 hektar yang sudah teraliri air dari irigasi yang kita bangun. Alhamudilillah, dari target itu setengahnya sudah terealisasi,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani (Koptan) Karya Maju Dua, Desa Jambu Rejo, Marsudi mengaku koptan pimpinnya mengelola lima hektar sawah. Sebelumnya areal persawahan tersebut jelasnya, untuk panen membutuhkan waktu hingga enam bulan. “sekarang, empat bulan sekali kita sudah bisa panen. Hasilnya pun meningkat 25 persen dibandingkan sebelumnya, itu karena pasokan air yang mulai lancar,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Unit Penyuluh Pertanian, Kecamatan Sumber Harta, Juga Momo mengaku selama ini petani kesulitan untuk mendapatkan pasokan air. “Kami malah sempat bingung, bagaimana untuk mengaliri sawah yang luasnya hanya 10 hektar. Tetapi sekarang sudah teratasi, karena air dari irigasi yang dibangun BBWSS sudah lancar,” tukasnya.

 

TEKS          : T MASRI SYAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster