Potensi Ikan Air Tawar Mengkuatirkan

 267 total views,  2 views today

Ilustrasi Ikan Tawar | Antarafoto.com

Ilustrasi Ikan Tawar | Antarafoto.com

PALEMBANG – Potensi ikan air tawar di Sumsel, kian mengkuatirkan. Hal itu disebabkan, adanya penangkapan ikan secara ilegal seperti dengan putas, racun, setrum listrik, dan menggunakan jala berdiameter kecil.

Akibatnya, potensi ikan air tawar di Sumsel bisa terus berkurang. Karenanya menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumsel, H Sri Titisari Dewi, perlu dilakukan gerakan dalam menjaga kelestarian ikan air tawar di Sumsel.

“Penangkapan ikan secara ilegal, harus dicegah. Kami sudah bekerjasama dengan 15 kabupaten/kota di Sumsel kecuali dua daerah baru, agar dapat menjaga kelestarian ekosistem ikan tawar dengan membentuk penyelidik kelestarian ikan. Jadi sistem penangkapan ikan dengan cara halus dan sesuai ketentuan,” kata Sri yang dibincangi usai restocking (penebaran benih ikan) dalam rangka merehabilitasi lingkungan perairan umum di venue ski air di Jakabaring Sport City (JSC), Jumat (19/9).

Menurut Sri, Sumsel ditunjuk sebagai pusat penelitian ikan perairan darat di Indonesia. Dipilihnya Sumsel tersebut, karena industrialisasi ikan patin di Sumsel lebih besar dibanding daerah lainnya.

“Dibanding beberapa daerah lain, seperti Riau yang punya tiga lokasi industrialisasi ikan patin, Jambi juga tiga lokasi. Sementara Sumsel ada tujuh lokasi industrialisasi patin yakni Palembang, Ogan Ilir, OKI, OKU Timur, Banyuasin dan Musi Banyuasin. Termasuk Musi Rawas,” kata Sri yang dibincangi

Karena banyaknya industrialisasi di Sumsel, maka daerah itu menjadi daerah yang mendapat perhatian utama dari pusat sebagai daerah potensial. Karena itu, ekosistem ikan air tawar di Sumsel tegasnya, harus dijaga.

Sebagai bagian melestarikan ikan air tawar sebut Sri, DKP menebar benih ikan jelawat sebanyak 80 ribu ekor dan ikan grass carp sebanyak 20 ribu ekor di venue ski air di JSC, Palembang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman mengatakan, penebaran ikan ini sebagai upaya menjaga stok ikan di perairan umum, dan menjaga lingkungan. “Setiap hari kualitas perikanan umum semakin buruk, karenanya setiap SKPD punya tanggungjawab. Apalagi pertahun pertumbuhan konsumsi ikan meningkat, karenanya butuh tindakan efektif dalam menjaga kelestarian ekosistem air tawar,” kata dia.

Kegiatan itu sebagai upaya dalam meningkatkan tradisi makan ikan. “Ikan itu baik dalam pertumbuhan anak, gizi, dan kecerdasan otak. Karenanya kami ingin masyarakat Sumsel punya kebiasaan makan ikan,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster