Hujan Belum Hapuskan Kabut Asap

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Hujan yang mengguyur Kota Palembang, Jumat (19/9) sore, cukup mengurangi kabut asap di Palembang yang sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Sehingga masyarakat bisa sedikit tenang dengan keadaan cuaca sekarang.

Namun menurut Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten, Indra Purna, hujan yang mengguyur Palembang tersebut belum menyentuh titik api. “Hujan hari ini (kemarin) murni hujan alam, meski intensitas ringan namun sedikit mengurai kabut asap,” kata Indra yang dihubungi, kemarin.

Menurutnya, hujan tersebut tidak akan mengurai kabut asap. Kabut asap, tetap akan menyelimuti Palembang. “Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang dipastikan masih akan terjadi, karena kabut asap ini kiriman dari daerah yang terjadi kebakaran,” ujarnya.

Menurut Indra, hujan dengan intensitas ringan itu hanya bersifat lokal yakni Palembang dan wilayah Ogan Ilir (OI). “Hujan itu lokal. Palembang dan Inderalaya saja. Kalau daerah lain, masih tetap panas,” terangnya.

Ditanya apakah hujan itu berarti masuk musim penghujan, Indra belum bisa memastikannya. Tapi sebutnya, apabila dalam waktu beberapa hari kedepan hujan lagi, bisa di pastikan memasuki masa pancaroba. “Biasanya pancaroba Oktober. Namun, kami berharap hujan pertama kali di musim kemarau ini bisa berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan Pemkot Palembang akan membagi-bagikan masker kepada masyarakat khususnya pengendara sepeda motor. Itu dilakukan, untuk mengatisipasi penyakit akibat kabut asap. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang siap membagikan masker kepada masyarakat, khususnya bagi pengendara sepeda motor. “Kita akan bagi-bagikan masker kepada masyarakat, Minggu (21/9) nanti di kawasan Kambang Iwak,” jelasnya.

Harnojoyo menghimbau, dengan kondisi saat ini, masyarakat Palembang diminta mengurangi keluar rumah jika tidak dalam keadaan penting. Karena kabut asap, sangat pekat dan bisa menganggu kesehatan seperti gangguan pernafasan. “Kalau tidak penting jangan keluar rumah. Kabut asap cukup parah, harus berhati-hati,” himbaunya.

Pemkot juga sebutnya, saat ini sedang mengkaji perubahan jam masuk sekolah. Apabila perlu dikurangi, maka akan dilakukan. Namun, ia berharap hujan bisa segera turun sehingga kabut asap tidak semakin pekat. Karena hal tersebut sangat berdampak pada aktivitas masyarkaat sehari-hari.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), Dinkes Palembang, Aprimelda mengatakan, Dinkes terus memantau dampak kesehatan yang disebabkan kabut asap. Jika kondisi kepekatan semakin parah, maka akan segera dibuat surat edaran agar masyarakat mengenakan masker jika melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Kalau kondisi kabutnya semakin pekat, akan kami terbitkan edaran ke puskesmas, kecamatan, dan juga Dinas pendidikan agar mengintruksikan jajarannya dan masyarakat mengenakan masker sebagai antisipasi dampak kabut asap, kalau sekarang masih bisa dikatakan aman,”tukasnya.
TEKS     : ALAM TRIE PUTRA
EDITOR     : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com