Diduga terlibat penipuan, Caleg Golkar Mangkir dari Panggilan

 230 total views,  2 views today

PALEMBANG – Diduga terlibat penipuan jual beli rumah, oknum Caleg terpilih dari Partai Golkar berinisial EL, awalnya Jumat (19/9), dijadwalkan dimintai keterangan oleh Subdit II Pismondev, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel). Namun, caleg tersebut mangkir.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo melalui Kasubdit II Pismondev, AKBP Herwansyah Saidi menyebut, caleg tersebut dilaporkan melakukan penipuan dalam jual beli rumah.

“Ia dilaporkan oleh Taufik, rencananya hari ini diperiksa. Namun yang bersangkutan menghubungi kita, tidak bisa datang memenuhi panggilan penyidik. Sehingga pemeriksaan itu, kita jadwalkan ulang,” kata Herwansyah, kemarin.

Untuk itu, lanjut Herwansyah, penyidik sudah menyiapkan agenda lanjutan untuk EL. Direncanakan, EL kembali diperiksa pada Senin (22/9) atau Selasa (23/9) nanti. Terkait rencana ini, EL sudah diberitahu.

Masih kata Herwansyah, EL sebelumnya sudah peernah satu kali menjalani pemeriksaan sebagai pihak terlapor. Karena dinilai masih ada yang kurang, EL dipanggil kembali untuk melengkapi keterangan yang kurang. Selain itu, dua saksi dari karyawan EL selaku pemilik PT Sako Indah Gemilang, perusahaan developer dibidang perumahan, sudah diambil keterangan oleh penyidik.

Terpisah, Taufik yang dihubungi melalui ponselnya berharap aparat kepolisian bisa segera merampungkan perkara ini. Ia berharap, polisi bisa memproses EL sesuai hukum yang berlaku.

Dikatakan Taufik, perkara dirinya dengan EL bermula saat ia membeli rumah dari PT Sako Indah Gemilang milik EL di tahun 2013. Taufik mengaku sudah membayar uang muka senilai Rp 8 juta dari total Rp 9 juta.

Warga Jl Musi Raya Barat Sako Palembang itu pun, sudah menerima sertifikat rumah dari EL. “Permasalahan muncul saat dilakukan pengukuran. Rupanya, ada kelebihan tanah dari ukuran yang tertera di sertifikat diblok, yang saya beli. EL lalu mengatakan blok itu tidak ia jual, sementara saya sudah bayar uang muka,” kata Taufik.

Taufik sudah disarankan EL untuk pindah ke blok lain. Namun, ia tidak mau. Akhirnya, ia meminta kembali uang muka yang sudah ia bayar. Namun, selalu ditolak oleh EL. Bahkan, Taufik diomeli oleh EL, karena dinilai plin-plan. “Mulanya, saya tidak tahu kalau dia caleg dan sekarang sudah menjadi caleg terpilih. Saya harap, ini tidak mempengaruhi proses penyelidikan,” kata Taufik.

 

TEKS         : OSCAR RYZAL

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster