BEM UNSRI Tolak RUU Pilka

 271 total views,  2 views today

Sejumlah mahasiswa  Unsri, Inderalaya melakukan long march keliling kampus Unsri untuk menyuarakan penolakan terhadap  RUU Pilkada | Foto : Joen KS

Sejumlah mahasiswa Unsri, Inderalaya melakukan long march keliling kampus Unsri untuk menyuarakan penolakan terhadap RUU Pilkada | Foto : Joen KS

INDERALAYA – Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU), Pilkada yang memilih gubernur, wali kota dan bupati melalu anggota dewan terus disuarakan. Presiden Mahasiswa (Presma), Universitas Sriwijaya (Unsri), Khairunizar menegaskan, pihaknya bersama elemen mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Mahasiswa (BEM), Usnri menolak tegas RUU Pilkada tersebut.

Menurutnya, RUU Pilkada yang salah satu isinya yakni memilih   gubernur, wali kota dan bupati melalui dewan dinilai perampasan hak politik dan pembungkaman. “Jika RUU Pilkada disahkan, suara kami dibungkam. Kami, seluruh masyarakat Indonesia punya hak memilih pemimpin,” tegasnya usai melakukan long march keliling kampung Unsri menyuarakan penolakan terhadap RUU Pilkada, dengan penandatanganan spanduk putih sebagai dukungan mahasiswa,  Jumat (19/9), kemarin.

Ia menambahkan, RUU Pilkada juga bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD), 1945 dimana setiap warga negara berhak dipilih maupun memilih. “Ya, di dalam UUD 45, setiap warga negara dijamin memilih dan dipilih langsung. Kalau alasannya penghematan anggaran, bisa dilakukan pilkada serentak,” ucapnya.

Rencana, spanduk yang sudah ditandatangai mahasiswa akan dibawa ke gedung DPRD Sumsel saat pelantikan anggota dewan Sumsel nanti. “Ini agar dewan sumsel terpilih ikut menyuarakan aspirasi kami dan ikut menolak RUU tersebut,” tuturnya.

Pantauan Kabar Sumatera di lapangan, BEM Unsri bergerak dari kantor sekretariat BEM, dengan membawa berbagai spanduk bertuliskan tolak RUU Pilkada.

Peserta aksi lalu menuju fakultas hukum dan langsung melakukan orasi dan mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi menandatangani spantuk putih. Beberapa mahasiawa lalu menandatangani spanduk tersebut diikuti mahasiswa lainnya. Bukan hanya itu, hampir seluruh fakultas yang disinggahi, para mahasiswa tanpa paksaan turut menandatanganii sepanduk sebagai bentuk penolakan.**

 

TEKS     : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster