Baru Satu Bulan Dibangun Jembatan Desa Batulintang Sudah Ambruk

 456 total views,  4 views today

Jembatan cor beton yang ada di Desa Batulintang, Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empat Lawang, Kamis (18/9) lalu, ambruk tepat ditengah badan jemabatan. Padahal jembatan ini, baru selesai dibangun satu bulan lalu. Foto : Saukani/KS

Jembatan cor beton yang ada di Desa Batulintang, Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empat Lawang, Kamis (18/9) lalu, ambruk tepat ditengah badan jemabatan. Padahal jembatan ini, baru selesai dibangun satu bulan lalu. Foto : Saukani/KS

EMPAT LAWANG – Ironis, baru sekitar sebulan dibangun, jembatan cor beton di Desa Batulintang, Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empat Lawang sudah ambruk. Belum diketui penyebab patahnya badan jembatan tersebut, namun diduga akibat konstruksi bangunan tidak sesuai ketentuan standar.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, jembatan itu dibangun menggunakan dana APBD Empat Lawang 2014, dengan nilai kontrak lebih kurang Rp 670 juta. Jembatan itu, amruk pada Kamis (18/9) sekitar pukul 16.00 WIB.

Akibatnya, badan jembatan sepanjang 10 meter dan lebar sekitar tiga meter itu tak bisa dilintasi kendaraan. Padahal jembatan itu dibangun, sebagai akses warga dari desa ke areal kebun dikawasan Talang Air Latak, Desa Batulintang, Kecamatan Ulumusi.

“Setahu saya baru sebulan inilah Jembatan Air Latak, selesai dibangun. Namun kok sudah ambruk. Kontraktor dan dinas terkait, harus bertanggungjawab,” cetus sumber koran ini, kemarin (19/9).

Sumber tadi menyayangkan, pekerjaan proyek jalan dan jembatan di Empat Lawang banyak asal-asalan. Contoh saja, pembangunan Jalan Desa Tanjung Kupang Baru, yang baru setahun dibangun sudah hancur.

“Nah, ini jembatan cor beton katanya baru sebulan sudah ambruk. Seharusnya kontraktor atau rekanan ditunjuk, benar-benar berkualitas dan profesional. Begitu juga Dinas Pekejaan Umum (PU) Bina Marga (BM), jangan terkesan menerima laporan di belakang meja saja, mereka harus turun ke lapangan memantau pekerjaan proyek yang ada. Kan sayang, kesannya uang negara terbuang percuma,” ujarnya.

Sementara itu Camat Ulumusi, Suryadi Husein ketika dikonfirmasi membenarkan, jembatan baru dibangun di Desa Batulintang sudah ambruk. Selaku Camat, ia pun tidak mengetahui jelas apakah jembatan itu sudah di serah terimakan ke masyarakat atau belum.

Penyebab ambruk ? sebutnya, bukan faktor alam atau terjangan air. Sebab, di Ulumusi sendiri saat ini tengah kekeringan (kemarau, red). Dengan kata lain, ada dugaan konstruksi atau bangunan jembatan cor beton tersebut yang buruk. “Bangunannya jelek, baru sekitar sebulan selesai dibangun sudah ambruk. Harusnya ini jadi akses warga dari desa ke kebun,” sesal Suryadi.

Terpisah, Kepala Dinas PU BM Empat Lawang H Fauzi melalui Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Hamsapari ketika dikonfirmasi menolak memberikan komentar apapun. Bahkan dia belum mengetahui, ada jembatan baru dibangun sudah ambruk.

Saat dihubungi, ia juga mengaku masih di Kota Bengkulu tengah mudik. “Saya masih di Bengkulu, biasalah mudik dulu. Nanti saja ya, keterangannya. Senin la,” ungkapnya lalu menutup sambungan ponselnya.
TEKS      : SAUKANI
EDITOR     : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster