Terkait Dugaan Korupsi Wisma Atlet, KPK Cekal Rizal Abdullah

 116 total views,  3 views today

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) | Ist

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) | Ist

PALEMBANG – Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), mencekal Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumsel, Rizal Abdullah. Rizal dilarang berpergian ke luar negeri terhitung sejak 1 September sampai enam bulan kedepan.

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, pencekalan terhadap Rizal ini dilakukan komisi anti rasuah tersebut terkait dengan dugaan korupsi pada pembangunan wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Saat pembangunan wisma atlet tersebut, Rizal menjabat sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games.

“Iya benar, dia (Rizal Abdullah) sudah di cegah ke luar negeri. Surat pencegahannya di terima Imigrasi Jakarta 1 September lalu. Kemudian paspornya sudah ditarik oleh Imigrasi Soekarno-Hatta, 11 September,” kata Kepala Kantor Imigrasi Palembang, Bogi Widiantoro saat dibincangi, Kamis (18/9).

Bogi mengaku, saat ini Imigrasi Palembang sudah mengirimkan surat ke kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, agar paspor milik Rizal Abdullah segera dikirim ke Imigrasi Palembang. “Seseorang yang dicegah ke luar negeri oleh KPK, maka paspornya harus dikembalikan ke tempat dimana orang tersebut berada,” jelas Bogi.

Ditanya apa penyebab ditariknya paspor milik Rizal Abdullah tersebut, Bogi menjawab, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Karena, pihaknya hanya menjalankan perintah dari KPK saja. “Yang pasti perintahnya di cekal. Terkait masalah apa, kami tidak tahu. Kami hanya jalankan tugas. Saat ini, kami masih menunggu paspor itu dikirim ke kami,” terangnya.

Bogi menambahkan, pencekalan itu biasanya selama enam bulan. Tapi, bisa saja diperpanjang tergantung dengan KPK. “Pencekalan enam bulan. Diperpanjang atau tidak, itu wewenang KPK,” ulasnya.

Sementara itu, Rizal Abdullah sendiri sampai berita ini diturunkan belum bisa dimintai keterangan. Kabar Sumatera yang mendatangi kantornya di Dinas PU BM Sumsel, Rizal tidak ada di kantornya. Salah seorang staf di Dinas PU BM Sumsel menyebut, Rizal sedang dinas luar. Sementara handphone (HP), tak bisa dihubungi.

Sebelumnya juru bicara KPK, Johan Budi menyebut KPK sebelumnya pernah menggeledah kantor Dinas PU BM Sumsel. Saat itu kata Johan, penyidik menggeledah sejumlah ruangan termasuk ruangan Kepala Dinas PU BM Sumsel, Rizal Abdullah. “KPK juga pernah memanggil Rizal, sebagai saksi dalam kasus tersebut,” terang Johan.

Dalam kasus wisma atlet ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka dan sudah menjalani persidangan yakni mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manullang, dan Manajer Marketing PT Duta Graha Indah Mohamad El Idris.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA/IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster