Ratusan Hektar Padi di Muara Enim Terkena Fuso

 237 total views,  2 views today

Warga menunjukan tanaman padi yang terkena hama leher busuk

Ilustrasi | Dok KS

MUARAENIM – Sedikitnya 305,5 hektar padi siap panen yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Muaraenim, terkena fuso. Akibatnya petani mengalami gagal panen, dan terancam rawan pangan.

Hartono, salah seorang petani yang terkena fuso yang dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (18/9) mengaku, kejadian tersebut pada Agustus lalu. Saat itu jelasnya, hujan tiba-tiba turun lebat di desanya sehingga menyebabkan sawahnya yang siap panen terendam sekitar enam hari.

Akibatnya batang padinya membusuk dan ikan di dalamnya banyak yang mati. Adapun bibit padi yang digunakan adalah jenis padi lebak varietas Ciherang, Ciliwung dan lokal dengan umur 50 – 75 hari.

Seharusnya, kata Hartono, ia panen sekitar dua minggu lagi. “Sekarang kami bingung mau makan apa, padahal itu harapan kami untuk menyambung hidup. Kami berharap Pemkab Muaraenim bisa memberikan bantuan pangan untuk kami bertahan hidup. Kami juga berharap, ada bantuan bibit padi untuk musim tanam tahun depan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikutura (DTPH) Muaraenim, A Kani yang dikonfirmasi melalui Staf Perlindungan Tanaman Pangan, Yaman Huri, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Kani, saat ini DPTH Muaraenim sedang mendata para petani yang terkena bencana fuso tersebut. “Kejadiannya pada 15-20 Agustus lalu. Ada beberapa desa, yang mengalami kejadian tersebut,” jelasnya.

Desa-desa dimaksud yakni Desa Modong, Kecamatan Sungai Rotan. Di desa ini, ada 21 hektar sawah yang mengalami fuso. Kemudian Desa Talang Nangka Kecamatan Lembak sebanyak 100 hektar, Desa Pangkalan Babat Kecamatan Rambang Dangku 175 hektar, Desa Tanjung Kecamatan Belimbing 6,5 hektar, Desa Pagar Jati Kecamatan Benakat seluas tiga hektar, sehingga total sawah terkena fuso seluas 305,5 hektar.

“Adapun jenis padi yang digunakan petani adalah padi lebak varietas Ciherang, Ciliwung dan lokal. Untuk umur padi yang terkena fuso bervariasi sekitar 50 – 75 hari, yang memang hampir siap panen,” terangnya.

Kejadian tersebut jelasnya, sudah dilaporkan termasuk permintaan masyarakat untuk bantuan bibit padi serta sembako. “Kami sudah mendata dan melaporkannya ke pihak terkait. Saya lihat sendiri dan sedih. Jika bisa, bantuan tersebut secepatnya diberikan karena mereka butuh beras untuk makan,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster