PT SMS “Caplok” Hutan Lindung ?

 1,411 total views,  2 views today

Ilst. Hutan Lindung

Ilst. Hutan Lindung | ISt

EMPAT LAWANG – Perkebunan kelapa sawit yang dikelolah PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), diduga mencaplok kawasan hutan lindung. Bahkan kelapa sawit yang ditanam dilahan seluas 50 hektar yang masuk dalam kawasan hutan lindung tersebut, sudah memasuki masa panen.

Kawasan hutan lindung yang diduga “dicaplok” oleh perusahaan tersebut, berada di kawasan Gumai Ulu Kikim, Kabupaten Lahat hingga Kabupaten Empat Lawang. Pemkab Empat Lawang sendiri, sudah melayangkan surat panggilan kepada manajemen PT SMS. Namun hingga kini, tidak digubris.

Bahkan, Pemkab Empat Lawang melalui Dinas Kehutanan, Perkebunan, Pertambangan dan Energi (Dishutbuntamben), sudah melayangkan surat untuk ketiga kalinya pada PT SMS. “Ya, sudah beberapa kali kita panggil, namun hingga saat ini belum ada yang datang,” ungkap Kadishutbuntamben Empat Lawang, H Susyanto Tunut, Kamis (18/9).

Dijelaskan Susyanto, beberapa kali pihaknya melakukan pengecekan ke lapangan, terkait indikasi penanaman perkebunan kelapa sawit di areal hutan lindung. Bahkan, setelah dicek titik koordinatnya, 100 persen tanaman kelapa sawit milik PT SMS di wilayah Empat Lawang tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi, makanya sudah mengetahui secara detail titik koordinatnya. Kami yakin, 100 persen tanaman kelapa sawit itu masuk kawasan hutan lindung,” jelasnya.

Ia berharap, PT SMS bisa kooperatif memenuhi panggilan Pemkab Empat Lawang untuk memberikan keterangan atau klarifikasi permasalahan tersebut. Sebab, penggunaan hutan lindung yang tidak mempunyai izin resmi, akan berhadapan dengan hukum. “Jika memang tidak ada jalan keluarnya, tentunya Pemkab Empat Lawang akan menempuh jalur hukum. ,” tegasnya.

Sebagai informasi, PT SMS sudah sejak lama melakukan penanaman kelapa sawit di areal hutan lindung yang ada di wilayah Empat Lawang. Sebab, tanaman kelapa sawit dimaksud, sudah melakukan panen beberapa kali. Sedangkan izin pembukaan lahan perkebunan, dikeluarkan oleh Pemkab Lahat. Sebab, waktu itu Empat Lawang belum dimekarkan alias masih tergabung dengan Kabupaten Lahat.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster