Pj Bupati Muratara Dituntut Mundur

 268 total views,  2 views today

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Majelis Rakyat Muratara (AMRM),  | Foto : Dok KS

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Majelis Rakyat Muratara (AMRM), | Foto : Dok KS

MURATARA – Pejabat Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Akisropi Ayub, didesak mundur dari jabatannya. Desakan ini disampaikan sekitar 500 massa, yang tergabung dalam Aliansi Majelis Rakyat Muratara (AMRM) saat mendatangi Kantor Bupati Muratara, Kamis (18/9).

Pantauan Kabar Sumatera, ratusan massa ini membawa poster dan spanduk yang berisikan berbagai tulisan diantaranya “Bongkar Skandal suap menyuap penerimaan CPNS”, “Usut Tuntas Oknum Pejabat yang kedapat tangan menyuap penerimaan CPNS” dan “Pj Bupati Muratara Harus Segera Mundur”.

Koordinator aksi (Korak), Redi Yan Kosasi dalam orasinya menyebut, Akisropi harus mundur dari jabatannya sebagai Pj Bupati Muratara, sebagai bentuk pertanggungjawaban adanya dugaan suap dalam penerimaan CPNS di Muratara.

Adanya dugaan suap dalam penerimaan CPNS di Muratara ini, terungkap dengan diamankannya Kabag Hukum Pemkab Muratara, M Rifai, Jumat (12/9) lalu di Nala Sea Side, Pantai Panjang, Bengkulu karena membawa uang senilai Rp 1,99 miliar. Uang itu rencananya akan dibawa ke Jakarta.

Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Tatang Somantri menyebut, uang tersebut diduga untuk mengurus kelulusan tes CPNS 2014. Uang tersebut didapatkan dari sejumlah calo CPNS. Besaran sogokan untuk S1 Rp 200 juta, dan D3 Rp 170 juta.

“Kami mendesak, proses seleksi CPNS di Muratara dihentikan hingga ada bupati definitif. Pj Bupati Muratara kami nilai, tidak bersih sehingga harus mundur dari jabatannya. Kami juga minta Kabag Hukum Pemkab Muratara, M Rifai dicopot dari jabatannya,” desaknya.

Menurut Redi, Akisropi saat ini tidak lagi dicintai masyarakat Muratara karena tudingnya, memanfaatkan untuk kepentingan pribadi. “Kami tidak mau, masyarakat hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi apalagi diminta uangnya untuk lulus CPNS senilai Rp 100 juta, untuk tamatan SMA sederajat,” tudingnya.

“Kalau sampai tuntutan kami ini tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. Aksi ini akan kami terus lakukan, sampai Akisropi mundur dari jabatannya sebagai Pj Bupati Muratara,” ancamnya.

Menanggapi ini, Pj Bupati Muratara, Akisropi Ayub mengaku siap menindaklanjuti semua tuntutan tersebut. “Saya terima semua tuntutan ini, tetapi saya tidak bisa memutuskan sekaligus karena semuanya harus melalui proses,” tegasnya.

Akisropi membantah kalau, ia bermain dalam penerimaan CPNS di Muratara. Menurutnya, semua penerimaan CPNS dilakukan dengan sistem online dan semua prosesnya diserahkan sekda.

 

TEKS            : MASRI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster