Dibalik Kenyamanan Trans Musi

 56 total views,  3 views today

Ilustrasi Trans Musi | Dok KS

Ilustrasi Trans Musi | Dok KS

 

Rumila Sari, M.Hum

(Praktisi Sosial Budaya Palembang)

Transportasi adalah perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan (kuda, sapi, kerbau), atau mesin. Transportasi menjadi hal yang penting dan krusial dalam masyarakat yang sudah terglobalisasi sehingga manusia sangat membutuhkan sistem transportasi yang aman dan nyaman. Transportasi umum seyogyanya selain memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat, baik itu transportasi umum laut, udara dan darat.

Negara-negara maju seperti Korea Selatan dengan kereta bawah tanahnya, Jerman dengan U-Ban, Komuter S-Bahn, Â jalur Tram dan busnya, Hongkong dengan Mass Transit Railwaynya, Singapore dengan MRT & LRTnya, Rusia dengan metronya dan Inggris dengan The Tubenya. Semua sarana Transportasi umum yang dimiliki oleh Negara-negara tersebut telah diakui dunia sebagai sistem transportasi paling bagus di dunia. Namun demikian bagaimana halnya dengan Indonesia? Jika melihat keadaan transportasi yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Palembang menurut hemat penulis belum bisa diberikan predikat nyaman. Mengamati perkembangan transportasi yang ada di Palembang seperti Bus, angkot, Taxi, Bluebird dan juga Trans Musi yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi transportasi primadona di kota Palembang.

Trans Musi beroperasi pada januari 2010 melalui penyerahan bus Trans musi dari Departemen Perhubungan sebanyak 15 unit. Awalnya sistem pembayaran Trans Musi menggunakan karcis yang diberikan kepada para penumpang setiap menaiki transportasi umum ini. Namun baru-baru ini trans musi tidak lagi menggunakan karcis seperti biasa, akan tetapi menggunakan kartu pintar (smart card). Terdapat dua jenis smart card yaitu tiket sekali jalan (single trip) atau isi ulang. Smart card isi ulang dibuat dengan empat tipe yang bisa dipilih masyarakat. Adapun voucher perdana untuk tipe isi ulang disediakan sebesar Rp. 18.000, dengan rincian Rp. 10.000 untuk voucher dan pulsa Rp. 8.000. Untuk voucher isi ulang juga disiapkan pulsa dari Rp. 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000,dan Rp. 100.000.

Antusiasme masyarakat Palembang terhadap transportasi umum ini sangat mengagumkan.karena dirasa aman, nyaman dan juga tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke Jakarta atau Jogjakarta untuk merasakan kendaraan tersebut. Namun menurut pengamatan penulis sistem yang mulai diubah dari sistem pembayaran menggunakan karcis ke kartu pintar mempunyai kendala dan dirasa membuat masyarakat tidak nyaman lagi. Kenapa demikian? Karena apabila masyarakat ingin merasakan transportasi umum ini, masyarakat setidaknya harus menyiapkan uang minimal 18.000 rupiah, apabila tidak membeli kartu tersebut maka hilanglah kesempatan untuk menikmati transportasi ini. Belum lagi pengisian ulang dari kartu pintar itu pun hanya ditempatkan di satu atau dua halte saja, sehingga masyarakat mengalami kesulitan untuk mencari si juru kunci pemegang isi ulang kartu pintar tersebut. Hal yang demikian tidaklah efisien dan juga tidak fleksibel. Belum lagi bila masyarakat yang hanya satu kali dalam beberapa waktu ke kota Palembang, semisalnya masyarakat yang dari luar kota. Sistem tersebut memberikan ketidaknyamanan kepada masyarakat.

Mungkin terlalu tinggi jika ingin menyamakan bagaimana sistem transportasi umum yang dimiliki oleh beberapa negara yang telah disebutkan di atas. Namun setidaknya pemerintah setempat dan perusahaan yang menaungi transportasi tersebut lebih memperhatikan lagi kenyamanan dari pengguna Trans Musi. Jangan sampai sistem yang demikian yang dianggap membuat masyarakat tidak nyaman. Menjadikan trans musi turun pamor, sehingga masyarakat malas untuk menggunakannya. Imbasnya, jika hal tersebut terjadi maka ini akan berdampak kepada pemasukan daerah.**

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com