Pro Kontra RUU Pilkada, Hilang Hak Pilih Atau Penghematan Anggaran?

 316 total views,  2 views today

pilkada-langsung

 

 

PAGARALAM – Seiring lajunya pro dan kontra Rencana Undang-undang (RUU) Pilkada yang ramai diperdebatkan sejumlah kalangan tingkat atas, kini ramai dibicarakan masyarakat di Bumi Besemah.

 

Ketua Lembaga Adat Besemah Kota Pagaralam Satarudin Cik Olah salah satu yang menyatakan setuju dan mendukung RUU Pilkada bilamana Pemilihan Kepala Daerah di pilih oleh wakil rakyat. Ia mengatakan, selain menghemat anggaran negara termasuk pula masyarakat tidak direpotkan lagi dengan adanya grasak-grusuk para calon kepala daerah yang menawarkan visi dan misi mereka.

 

“Itu kan kegiatan orang lain, tapi kita masyarakat yang dibuat repot dan sibuk,” katanya, kemarin.

 

Menurutnya, dengan adanya RUU Pilkada tak langsung itu, tentunya banyak keuntungan di dalam proses pelaksanaannya. Selain menghemat anggaran dan tidak merepotkan masyarakat banyak. Sehingga dalam hal keamanaan disaat proses tahapan berlangsung akan lebih terjamin.

 

“Ya, Pilkada tak langsung tersebut tidak akan ada lagi gesekan antar pendukung seperti sebelumya. Baik itu dari pencalonan hingga ke tahapan pemilihan senantiasa menunjukan persaingan,” ujarnya seraya berkata masyarakat cukup tahu saja jadwal pemilihan kepala daerah dan akan dipilih oleh wakil rakyat.

 

Disinggung mengenai hak rakyat yang hilang jika pemilihan kepala daerah dipilih oleh para wakil rakyat, Satarudin justru menyatakan hal ini dapat diartikan sebagai pendidikan demokrasi kepada masyarakat pada saat menentukan dan memilih wakil rakyat.

 

“Kedepan masyarakat tentu akan lebih selektif dalam menentukan para wakilnya di parlemen. Apakah mereka benar-benar bisa menjadi perwakilan rakyat dalam menentukan pilihannya,” tegasnya.

 

Jika merujuk dari tahun 1958 hingga 2004, proses pemilihan kepala daerah selalu dipilih oleh para wakil rakyat, tentunya jauh berbeda prosesnya jika kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan juga meskipun kepala daerah dipilih oleh wakil rakyat tidak ada dampak negatif seperti money politic atau politik uang karena hal itu memang susah untuk dihilangkan.

 

Hal senada dikemukakan mantan Walikota Pagaralam H Djazuli Kuris. Ia begitu mendukung bila RUU Pilkada tak langsung diputuskan.

 

“Lebih baik dipilih oleh wakil rakyat ketimbang dipilih secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan secara langsung yang dipilih oleh rakyat merupakan sistem uji coba yang tergolong tidak berhasil.

“Mana ada pemilihan secara langsung yang hingga saat ini berhasil,” kata Djazuli seraya berujar sangat lucu bilamana ada kepala daerah mengatakan hal itu akan menghambat segala sesuatu, padahal DPR atau DPRD sendiri dipilih langsung oleh rakyat.

Meski begitu ada pula yang tidak sepakat dengan Pilkada melalui DPRD. Tokoh Pemuda Kota Pagaralam Zulfadli Rais menolak terhadap RUU Pilkada jika pemilihan Kepala Daerah dikembalikan ke dewan. Pasalnya, dengan sistem demokrasi yang sudah dijalankan (pemilihan langsung) adalah sebuah proses kemunduran demokrasi dan masyarakat akan kembali dibodohi dengan pilkada dipilih lagi oleh DPR.

“Meskipun beberapa hal seperti pegesekan antar pendukung tidak akan ada lagi, namun rakyat yang sudah memahami akan arti demokrasi kembali dibuat bodoh oleh RUU tersebut,” ungkap mantan dewan Kota Pagaralam periode lalu ini.

Ia mengatakan, belum menjadi jaminan anggota dewan tersebut akan mewakili rakyat dalam menentukan calon kepala daerah dan kemungkinan yang terjadi adalah politik transaksional. Sehingga korupsi dan jual beli suara masih bisa terjadi.

“Apakah bisa dipastikan bahwa anggota dewan betul-betul bisa mewakili rakyat dalam memberikan hak suara dalam sebuah proses demokrasi,” ujarnya.

Kendati demikian, memang ada beberapa nilai positifnya jika pemilihan kepala daerah dipilih oleh wakil rakyat, seperti halnya penghematan anggaran.

“Namun, Pilkada tak langsung itu kembali lagi kepada pembelajaran demokrasi yang diajarkan selama ini dan rakyat akan kehilangan hak mereka,” tegasnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster