Polda Sumsel Sita 6.403 Kosmetik Beracun

 430 total views,  2 views today

Ilustrasi Kosmetik | Ist

PALEMBANG – Diduga sengaja menjual ribuan kosmetik beracun dan tanpa izin, Idham Saputra (31) diringkus petugas Unit 2, Subdit I Indagsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan Sumsel), Selasa (11/9) pukul 15.30 WIB.

Dari tangan tersangka yang ingin meraup untung dengan cara curang ini, petugas yang melakukan penangkapan di kawasan parkir Taman Nusa Indah 16 Ilir Palembang, menyita barang bukti 6.403 bungkus dan 69 paket kosmetik ilegal dan beracun.

“Saya dapat barang-barang ini dari sales penjual kosmetik. Saya sudah tahu ilegal. Tapi, karena berharap untung lebih besar, saya mau-mau saja jual yang palsu,” kata Idham, Rabu (12/9).

Diakui Idham, dalam satu hari, dirinya bisa mendapat untung Rp400 ribu. Ini beda jauh dengan pendapatan saat ia berdagang kosmetik yang legal, yang paling banter Rp100 ribu per hari.

Masih kata Idham, sales yang menjual kosmetik ilegal ini datang satu bulan sekali. Tiap bulannya, sales yang datang berganti-ganti. Idham tidak tahu persis dari mana kosmetik ilegal ini didapat para sales tersebut.

Idham mengaku sudah menjual kosmetik ilegal ini sejak delapan bulan. Ide menjual kosmetik ilegal muncul saat seorang sales menawarkan produk ini kepada dirinya. Tahu bisa mendapat untung lebih besar, Idham mulai rutin membeli produk ilegal ini tiap bulan.

Tanpa perintah, sales langgananya datang tiap bulan menawarkan produk. “Saya beli dalam jumlah banyak. Yang disita ini ada sebagian stok dari bulan lalu. Sejauh ini, belum ada pelanggan yang mengeluh,” kata pria beranak satu ini.

Idham beroperasi dengan menggunakan mobilnya dan berjualan secara tertutup. Ia menawarkan produk kepada warga yang melintas. Begitu warga tertarik, ia baru menunjukkan produk dagangannya kepada konsumen. Dalam sepekan, hanya satu hari Idham tidak berjualan.

Pantauan di lapangan, tidak tertera nomor registrasi di setiap produk kosmetik yang dijual Idham. Salah satu produk bahkan mencatut nama salah satu merk kosmetik terkenal, namun tidak tertera izin produksinya. Produk kosmetik yang dijual terdiri dari krim pemutih dan penghilang jerawat.

Kasubdit I, AKBP Suhasto, melalui Kanit 2, Kompol Baginda Harahap, mengatakan penangkapan berdasarkan hasil patroli. Begitu diperiksa, alat-alat kosmetik yang dijual Idham tidak memiliki izin edar. Mobil Toyota Avanza milik Idham juga sudah diamankan.

“Satu produk kosmetik pemutih bahkan sudah positif mengandung merkuri. Kita masih melakukan pengembangan mencari sumber penjualan produk ilegal ini. Untuk produk yang disita, total harganya mencapai Rp30 juta lebih,” kata Baginda.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster