Perbaikan Infrasktruktur di Sumsel, Tahun Depan Ditargetkan Tuntas

 73 total views,  3 views today

Proyek Pembangunan fly over (jembatan layang) Simpang Jakabaring, Palembang. | Foto : Bagus Kurniawan

Proyek Pembangunan fly over (jembatan layang) Simpang Jakabaring, Palembang. | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Kerusakan jalan-jalan milik provinsi di Sumsel, tahun depan ditargetkan akan dituntaskan. Sebab DPRD Sumsel, sudah mengesahkan anggaran sebesar Rp 1,3 trilyun untuk perbaikan infrastruktur tersebut.

“Dana itu sudah disahkan DPRD Sumsel, sehingga pembangunannya akan direalisasikan pada 2015 nanti,” kata Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman yang dibincangi usai Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2014 di Halaman PT Pelindo, Rabu (17/9).

Ia menuturkan, dana sebesar itu akan dialokasikan untuk pembuatan jalan-jalan provinsi yang ada di Sumsel, begitupun dengan pembangunan enam jembatan besar. Salah satu jembatan itu, ialah Jembatan Musi IV yang rencananya akan diselesaikan dalam tahun jamak dan perencanaan pembangunan jembatan Musi VI.

“Membangun jembatan kan tidak bisa dengan cepat, itu butuh persiapan yang matang dari berbagai pihak terkait sehingga memang dibutuhkan waktu bertahap. Hal ini karena ada masalah yang menghalangi, diantaranya tuntutan pembebasan lahan,” tuturnya.

Untuk itu, Pemprov Sumsel berharap masyarakat yang tanahnya terkena dengan rencana area pembangunan jalan dan jembatan agar bisa lebih rasional mengajukan tuntutan ganti rugi. Mengenai kendala dalam pembangunan jalan provinsi, ia mengatakan juga terkendala dengan kondisi geografis kawasan itu. Diantaranya dengan adanya kondisi lahan yang merupakan area lebak dan hutan.

“Untuk progressnya, kami menunggu adanya izin dari Kementerian Kehutanan, karena untuk membangun jalan yang masuk area kehutanan tidaklah mudah. Melainkan butuh izin agar tidak merusak ekosistem hutan yang ada didalamnya,” jelas Mukti.

Selain itu, pihaknya juga mengebut pembangunan jalur khusus batubara yakni pembangunan doubletrack Tanjung Enim-Tanjung Api-Api (TAA). Progres pembangunan jalur ini, sudah dilakukan mulai saat ini, mengingat masalah perhubungan menjadi masalah yang vital.

“Prinsipnya begini, jika infrastruktur jalan buruk maka nilai ekonomi akan mahal. Kami bersama pelaku stakeholder baik dari Kementerian atau swasta bahu-membahu membangun fasilitas perhubungan ini,” beber dia.

Mukti menyebutkan, geliat ekonomi di Sumsel menjadi lebih maju saat ini terbukti dari kendaraan yang kian banyak. Karenanya masyarakat harus bisa melakoni jalan, membayar pajak dengan rutin, tertib aturan dan sebagainya.

“Kami semaksimal mungkin akan melakukan peningkatan progres pembangunan jalan provinsi, yang semula mantap di persentase 70 persen meningkat jadi 100 persen. Tapi itu hanya progres jalan provinsi, untuk jalan kabupaten kembali ke bupati masing-masing daerah. Yang jelas 2015 akan dituntaskan,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster