Kantor Disdikpora Kota Palembang Digeledah

 214 total views,  2 views today

PALEMBANG – Tim pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Selasa (16/9) kemarin melakukan penggeledahan diseluruh ruangan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang. Dari hasil pantauan Kabar Sumatera, Tim Pidsus Kejari berhasil mengamankan sejumlah berkas yang dimasukkan di dalam sejumlah koper.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Penggeledahan yang dilakukan diduga terkait kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Disdikpora tahun anggaran 2012-2013 dengan tersangka HS dan RP yang merupakat pejabat di instansi tersebut.

Tim Pidsus Kejari mendatangi kantor Disdikpora sekitar pukul 14.30 WIB, menggunakan kendaraan jenis Mitsubishi Pajero Sport hitam dengan nomor polisi B 1548 PJE dan Toyota Kijang Inova hitam BG 689 NS.

Setelah lebih kurang tiga jam melakukan penggeledahan, sekitar pukul 18.00 WIB, tim yang terdiri dari 11 orang tersebut langsung tancap gas meninggalkan lokasi, tanpa memberikan keterangan sedikitpun kepada awak media yang menunggu sejak siang hari. Sekitar 10 menit kemudian, Kepala Disdikpora Palembang, Ahmad Zulinto pun meningalkan kantor yang dikawal ketat sejumlah keamanan tanpa menggunakan kendaraan dinas yang biasa digunakan. “No Coment,”ujar, Zulinto sembari masuk mobil Avanza.

Seperti yang diketahui, Kejari Palembang telah menetapkan dua tersangka atas kasus dugaan korupsi DAK di Disdikpora Palembang. Kedua tersangka merupakan pejabat pada Disdikpora Palembang berinisial HS dan RP.

“Ada dua tersangka inisial HS dan RP pejabat Disdikpora Palembang, yang sudah ada sprindik dan masih dalam proses penyidikan,”ungkap, Kasi Pidsus, Kejari Palembang, Nauli Rahim Siregar.

Nauli mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sedikitnya, 40 saksi terkait kasus dugaan korupsi pada dinas yang membidangi pendidikan, kepemudaan dan olahraga tersebut. Sementara para saksi, sebagian besar merupakan kepala sekolah (kepsek) SD, SMP, dan SMA yang mendapat kucuran dana DAK dari pemerintah pusat serta sebagian lagi merupakan saksi dari kalangan Disdikpora Palembang sendiri dan sejumlah pengawas, konsultan pengawas dan konsultan perencanaan pembangunan yang dananya dialokasikan dari DAK tersebut.

“Berdasarkan penyidikan, estimasi penghitungan kerugian negara mencapai sekitar Rp 3 miliar dari total anggaran 2012 senilai Rp 600 juta, dan 2013 sebesar Rp 28 Miliar. Dari dua tahun anggaran itu, DAK yang digelontorkan ke Disdikpora diselewengkan Rp 3 miliar,”katanya.

Nauli menyebutkan, pihaknya juga telah meminta validasi dan verifikasi dari pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumsel sehingga tengah dipenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan.

“Soal ada tidaknya tersangka lain, tergantung pengembangan dan keterangan saksi. Sejauh ini masih mengarah pada duatersangka tersebut. Namun bisa jadi, tersangka akan bertambah,”sebutnya.

Lebih jauh Nauli menjelaskan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan rehabilitasi SD, SMP, dan SMA. Kedua tersangka ini dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta bisa jadi adanya penambahan pasal.

“Modus dalam perkara ini, dana DAK ini dicairkan dari APBN kepada Pemkot Palembang diteruskan ke Disdikpora yang kemudian dialokasikan ke sekolah penerima,”tukasnya

 

TEKS : ALAM TRIE

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster