Kajari Palembang Sita Dua Unit CPU Disdikpora

 303 total views,  2 views today

Ilustrasi Kejaksaan | Ist

PALEMBANG – Terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Alokasi Khusus (DAK) di Disdikpora Palembang tahun anggaran 2012-2013, Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, menyita dua unit CPU kumputer, surat-surat dan dokumen yang berada di kantor Disdikpora.

Hal ini disampaikan oleh Kajari Palembang, Rustam Gaus, didampingi Kasi Pidsus, Nauli Rahim Siregar. “Yang pasti, CPU yang ada di kantor Disdikpora Palembang, saat ini, kita amankan dahulu. Kalau memang tidak terbukti ada kejanggalan, akan dikembalikan,” kata Rustam, Rabu (17/9).

Dikatakan Rustam, penggeledahan yang dilakukan pihaknya dilakukan sore hari dikarenakan Kejari Palembang didatangi tamu dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Penggeledahan baru bisa dilakukan di sore hari setelah tamu dari Kejagung RI meninggalkan kantor Kejari Palembang.

Tidak ada maksud untuk menutup-nutupi penggeledahan ini dari media massa ataupun dari masyarakat. Saat melakukan penggeledahan, Kejari Palembang terdiri dari enam anggota kejaksaan. Penggeledahan langsung dipimpin oleh Nauli. Disinggung mengenai banyaknya barang yang disita, Rustam menampiknya.

“Selain barang-barang yang tadi, tidak ada lagi yang kita sita. Memang, ada barang-barang lain macam laptop dan printer di lokasi. Namun, itu milik Kejari Palembang yang sengaja dibawa untuk membuat berita acara,” kata Rustam.

Terkait perkembangan kasus, Kejari Palembang sudah menetapkan dua pegawai Disdikpora Palembang sebagai tersangka. Hanya saja, keduanya sama sekali belum menjalani pemeriksaan, baik sebagai saksi atau saat sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Rencananya, keduanya akan diperiksa begitu Kejari Palembang sudah memiliki cukup alat bukti dan kerugian negaranya sudah jelas. “Begitu alat bukti sudah cukup, kita akan koordinasi dengan BPKP Sumsel untuk mengaudit kerugian negara. Setelah itu, barulah dua tersangka kita ambil keterangan,” kata Rustam.

Disdikpora Palembang dicurigai sudah menyelewengkan DAK dua tahun berturut-turut, yakni 2012 dan 2013. Dari dua anggaran itu, Rp3 miliar diduga diselewengkan oleh Disdikpora Palembang dari total anggaran senilai Rp28 miliar lebih.

“Kita masih menunggu verifikasi kerugian negaranya dari BPKP Sumsel. Sejauh ini, dugaan tersangka baru mengacu pada dua pejabat Disdikpora Palembang, yakni HS dan RP,” kata Rustam.

 

TEKS    : Oscar Ryzal

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster