Kader Gerindra Minta Tuntaskan Kasus Pileg, Dewan Terpilih Terancam PAW

 401 total views,  2 views today

PAGARALAM – Adanya pernyataan Sekretaris Dewan Pimpanan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nopran Marjani beberapa waktu lalu terkait adanya empat Calon Legeslatif (Caleg) dari Partai Gerindra yang terancam batal dilantik mulai menjadi polemik di kalangan kader Partai Gerindar didaerah.

Kempat orang calon anggota asal partai Gerindra terancam batal dilantik itu, merupakan caleg terpilih DPRD Kabupaten/Kota di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).   Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumsel Nopran Marjani mengatakan, keempat caleg dimaksud saat ini tengah menjalani majelis etik di DPD Gerindra Sumsel terkait kasus sengketa internal partai soal perbedaan C1 yang berbeda di TPS dan hasil rekapitulasi di tingkat desa atau kelurahan.

“Keempat caleg tersebut, diantaranya caleg DPRD Kota Pagaralam Hj Desi Siska yang digugat oleh Agus Efendi, Caleg DPRD Kabupaten Mura, Dodoi Kana yang digugat M Ali dan dua caleg DPRD Kabupaten Banyuasin yakni Sudirman yang digugat oleh Dedi Antoni dan satu lagi Indra Gunawan yang digugat oleh Marbun,” terangnya, kemarin (17/9).

Dikatakannya, jika terbukti adanya pelanggaran yang dilakukan, maka caleg terpilih terancam batal dilantik sebagai wakil rakyat periode 2014-2019 mendatang.    “Namun, jika sudah dilantik sebagai anggota dewan, yang bersangkutan baru terbukti bersalah maka akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW),” katanya.

Ditambahkan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pagaralam, Alfian Budiarsa, memang pengurus di DPC Gerindra Kota Pagaralam meminta Majelis Etik di DPD Gerindra Sumsel agar segera memutuskan sengketa ditubuh partai.

“Ya, kami meminta kaadilan dari pihak Partai. Apalagi dari bukti yang didapatkan, disinyalir Caleg Nomor Urut 6 Dapil Pagaralam Utara H Dessy Siska melakukan pelanggaran pada Pileg 9 April lalu dengan mengubah hasil di D1,” terangnya.

Ia mengatakan, dari bukti yang ada memang terdapat kecurangan dengan memanipulasi data hasil suara direkapitulasi lampiran D1 tingkat Kelurahan. Selian itu, yang bersangkutan diduga telah melakukan perubahan rekapitulasi lampiran C1 KPPS.

“Kita sudah mendapatkan bukti yaitu di TPS 3 Kelurahan Kuripan Babas dan di TPS 6 Kelurahan Bangun Jaya. Disana terbukti adanya pemindahan suara salah satu caleg yang dialihkan ke perolehan suara miliknya,” kata Alpian seraya berujar sengketa internal partai ini telah kita serahkan kepada dewan etik partai dan keputusannya masih dalam tahap proses.

Terpisah, Dessy Siska salah satu anggota dewan Kota Pagaralam dari Partai Gerindra yang baru dilantik, saat dikonfirmasi via telpon selulernya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut hingga berita ini ditulis.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster