Kabut Asap tak Ganggu Keberangkatan Haji

 256 total views,  2 views today

Alat General Matic Concil (GMC) sangat penting digunakan di bandara. Nampak Bandara SMB II Palembang diselimuti kabut asap. Foto ; Iwan Cheristian

Nampak Bandara SMB II Palembang diselimuti kabut asap. Foto ; Iwan Cheristian

PALEMBANG, – Kendati kabut asap masih menyelimuti Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB) Palembang, namun Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel menjamin, jika proses pemberangkatan Calon Jemaah Haji (Calhaj) yang tersisa tiga kelompok terbang (Kloter), tidak akan berpengarus dan masih berjalan sesuai dengan jadwal.

“Hingga saat ini, untuk Embarkasi Palembang masih tersisa tiga kloter lagi. Mudah-mudahan tidak ada kendala yang serius. Sudah saya cek dengan pihak bandara, kabut asap belum mengganggu penerbangan haji,” kata Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumsel, Saefuddin Latief ketika dibincangi, Rabu (17/9).

Ia menyebut, pesawat yang membawa 450 CJH dari kloter 10 tetap diberangkatkan dari Bandara SMB II, Selasa (16/9) lalu walau pun saat itu kabut asap cukup tebal. Meski demikian, diakuinya jika tidak sedikit calhaj yang ragu-ragu dan khawatir mengenai kondisi asap ini berakibat pada penundaan keberangkatan. “Mudah-mudahan, hingga kloter 13 tidak ada kendala dan penerbangan bisa berjalan sesuai jadwal,” imbuh Saefuddin.

Untuk penerbangan kloter 11 sendiri, dari 450 manifest calhaj, sebanyak 13 jamaah di antaranya masuk kategori jamaah uzur, yang mesti dibantu dengan kursi roda, serta dua menunda keberangkatan dengan alasan urusan lain, yakni Richard Cahyadi dan Euis Sari Mulyani.

“Jamaah termuda di Kloter 11 adalah Rully Asri Tamarany dengan usia 19 tahun asal Palembang. Adapun jamaah tertua, tercatat atas nama Muliem Wijoyo dan Jamhury Sukardi dengan usia 89 tahun. Keduanya berasal dari Kabupaten Lahat,” ujarnya.

Dengan keberangkatan kloter 11, Embarkasi Palembang telah memberangkatkan total 4.924 jamaah, ditambah 55 petugas. Sebanyak 4.197 jamaah asal Sumsel dan 727 jamaah asal Kepulauan Bangka Belitung.

Khusus untuk calhaj yang terpaksa mengenakan kursi roda hingga ke tanah suci, Kakanwil Kemenag Sumsel, Hambali tetap mengimbau calhaj untuk benar-benar waspada serta melapor jika melihat setiap tindakan apapun, mengingat banyaknya aksi penipuan yang terjadi.

Menurutnya, para pelaku penipuan ini beragam. Ironisnya justru dilakukan oleh masyarakat Indonesia sendiri yang berada di Arab Saudi. Modusnya, mulai dari menawarkan jasa mendorong kursi roda, money changer (penukaran mata uang) hingga peminta sedekah. “Tim pendamping juga wajib mengawasi ketat seluruh calhaj yang berada dalam kloter mereka masing-masing. Jangan sampai lengah,” tegas dia.

Sebelumnya, meski kepekatan asap kian menebal, namun Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar mengaku, hingga saat ini belum ada laporan mengenai apapun termasuk kendala asap yang terjadi di Sumsel. “Gelombang kedua sudah dimulai. Tidak ada laporan dan persoalan. Tentunya kalau ada hal yang mengganggu, laporan pasti masuk ke kita (kementerian),” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster