Dirjen Tanaman Pangan dan Bupati OKI Panen Raya di Desa Tapus

 173 total views,  3 views today

Dirjen Tanaman Pangan dan Bupati OKI beserta rombongan menuju lokasi panen raya di Desa Tapus | Dok KS

Dirjen Tanaman Pangan dan Bupati OKI beserta rombongan menuju lokasi panen raya di Desa Tapus | Dok KS

KAYUAGUNG – Lahan lebak potensi tak ternilai di Kabupaten OKI karenanya Kementerian Pertanian melaui Dirjen tanaman pangan menyampaikan OKI pantas untuk dijadikan pusat pengembangan  pertanian rawa lebak di Indonesia melalui program pertanian dan teknologi pertanian agar hasilnya optimal.

“Jika kita mampu mengintensifkan lahan lebak di wilayah ini kami yakin petani di OKI mampu memproduksi padi dalam jumlah besar bahkan mampu mengalahkan daerah yang telah memiliki sistem irigasi yang telah baik ” ujar DirjenTanaman Pangan Kementan Dr. Ir. Haryono, MSc
pada acara panen raya dan tanam padi IP 200 di rawa lebak Desa Tapus Kecamatan Pampangan OKI, Rabu (17/9)

Bupati OKI, Iskandar, SE mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk mengintensifkan pertanian rawa lebak di OKI seperti normalisasi sungai dan program SLPTT yang digalakkan kepada para petani di Pampangan OKI.

“Kita memiliki potensi lahan lebak yang begitu luas di OKI ini. Namun permasalahan utama yang dihadapi petani dalam mengelola lebak, yakni tata kelola air, karena itu tahun ini kita upayakan intensifikasi lahan pertanian rawa lebak melalui normalisasi sungai Tapus sampai Tanjung Aur Kecamatan Jejawi dan Alhamdulilah hasilnya kita peroleh hari ini melalui panen raya lahan lebak seluas 1.251 ha dan segera kita tanam kembali,” ujar Iskandar.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Taufik Gunawan, mengatakan komoditas padi memang banyak ditanam di lahan bertipologi rawa lebak dan pasang surut khususnya di OKI dan OI.

“Saat ini luasan sawah Sumsel mencapai 816.500 ha di mana sawah rawa lebak seluas 304.563 ha dan disusul sawah pasang surut seluas 271.000 ha. Sawah rawa itu banyak berada di Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI). Adapun untuk sawah irigasi seluas 115.923 ha dan sawah tadah hujan seluas 108.710 ha.

Dirjen tanaman pangan  berharap BPTP Sumsel dapat menghasilkan teknologi yang tepat guna bagi pertanian pangan di lahan rawa,  khususnya di Kabupaten OKI. (ADV)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster