“Bagaimana Digarap jika Kering Kerontang”

 960 total views,  2 views today

Ilst. Kemarau

Ilst. Kemarau

BANYUASIN – Ratusan hektar lahan persawahan milik petani di Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, kini mengalamai kekeringan. Akibatnya, petani di desa tersebut terpaksa mengurungkan niat untuk menanam padi, palawija dan lainnya.

Ahyaudin, salah satu petani di Desa Lebung yang dibincangi Kabar Sumatera, Rabu (17/9) mengaku, ia dan petani lainnya di desanya tidak menggarap sawah.”Tahun ini, kami dak garap sawah. Bagaimana mau menggarapnya, kalau sawah saat ini kering kerontang,” keluh Ahya.

Ia menyebut, lahan persawahan di desanya mayoritas adalah sawah tadah hujan. Sehingga bila musim kemarau datang, warga tidak bisa menggarap sawah. Memang sambungnya, saat ini masih ad petani yang bisa panen namun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Dari jumlah lahan pertanian yang ada kata dia, hanya sekitar 30 persen yang saat ini sedang panen dengan sempurna, selebihnya mengalami penurunan hasil panennya. Tetapi memang sebagian banyak warga, yang tidak menggarap lahannya. “Yang panen saat ini sawahnya merupakan sawah lebak atau rawa, serta dekat dengan sumber air,” terangnya.

Karenanya ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, memberikan kepada petani agar mereka bisa tetap menggarap sawah walau di musim kemarau. “Selama ini, kami sangat tergantung dengan musim untuk menggarap sawah. Jika musim kemarau seperti saat ini, sawah tidak bisa digarap,” ucapnya.

“Karenanya kami berharap Dinas Pertanian, memberikan bantuan pompa air. Sehingga areal persawahan kami bisa tetap teraliri air walau di musim kemarau,” tukasnya.

 

TEKS         : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster