Imbas Kebakaran Lahan, Hewan Ternak Terancam Kelaparan

 371 total views,  2 views today

Seorang Anak Sedang Menggembalakan Sapi dilahan yang Kering dan Minim Rumput | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Seorang Anak Sedang Menggembalakan Sapi dilahan yang Kering dan Minim Rumput | Foto : Bagus Kurniawan/KS

INDERALAYA –  Ratusan hektar lahan yang terbakar di beberapa wilayah di Kabupaten Ogan Ilir ternyata berimbas pada kebutuhan makanan hewan kaki empat, seperti kambing, sapi dan kerbau. Pasalnya, hewan-hewan tersebut kesulitan untuk mencari makanan utamanya berupa rerumputan yang habis dilalap si jgo merah.

Kini, hewan-hewan tersebut terancam kelaparanHal itu seperti yang terjadi di Desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (16/9), kemarin. Beberapa pengembala mengeluhkan dengan keadaaan tersebut. Merekapun mengaku sangat kesulitan dalam mencari pakan berupa rumput untuk ternaknya tersebut.

“Lahan tempat biasanya sapi-sapi saya makan kini hampir semuanya kering dan tandus karena terbakar. Selain susah cari makan, rawa-rawa juga banyak kering, akibatnya hewan ternak susah makan dan minum. Kalau begini kami susah, hewan ternak kami bisa kurus kering.

Tentunya berdampak pada penghasilan lantaran kurusnya hewan peliharaan,” ujar Dante, warga Desa Pulau Negara.

Pria yang sudah hampir lima tahun menjalani profesi sebagai pengembala ternak ini mengaku, didesanya terdapat sekitar empat kelompok pengembala ternak, yang tiap kelompok rata-rata mempunyai sapi sekitar 20 sampai 30 ekor. “Kita semua biasanya memberi makan ternak di atas lahan yang luas sekitar 30 hektar yang terdapat di desa, tetapi sekarang lahan tersebut hampir semuanya terbakar,” keluhnya.

Ia menambahkan, ternak tersebut selain di lepas untuk mencari makan di lahan, kadang juga rumputnya diambilkan dan langsung dibawa ke kandang. “Tapi kebanyakan ternak suka makan di lahan, karena banyak anak-anak rumput yang baru tumbuh,” tuturnya.

Sambungnya, jenis-jenis rumput yang biasanya di makan sapi, kambing, dan kerbau adalah Rumput Bento, Rumput Kumpai, dan Rumput Padi Burung. “Memang ada jenis-jenis rumput yang di sukai sapi, walaupun keberadaannya tinggal sedikit karena sudah banyak terbakar,” ujarnya.

Sapi-sapi itu, masih katanya, memiliki pola makanya diatur. Jika pukul 10.00 WIB, makan di kandang, sedangkan pukul 13.00 WIB, di keluarkan untuk mencari makan di lahan. “Lalu jam 17.00 WIB, kembali dikandangkan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ogan Ilir, Tarmuji mengatakan, sebenarnya pengembangan kebun untuk rumput khusus pakan ternak telah diupayakan di Ogan Ilir. “Namun memang bantuan tersebut baru untuk 2 desa yaitu Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara dan Desa Tanjung Bulan Kecamatan Rambang Kuang,” singkatnya.

TEKS  : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR  : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster