Ajukan Pinjaman Rp100-300 Juta, Dewan Banyuasin Ramai-ramai Gadaikan SK

 369 total views,  2 views today

Ilustrasi Sidang Anggota Dewan | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Ilustrasi Sidang Anggota Dewan | Foto : Bagus Kurniawan/KS

BANYUASIN – Setelah dilantik sebagai wakil rakyat, hampir separuh dari anggota DPRD Banyuasin periode 2014-2019, mengadaikan Surat Keputusan (SK) mereka sebagai anggota dewan ke bank guna mendapatkan pinjaman.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, besaran pinjaman yang diajukan anggota dewan ini bervariasi antara Rp 100 juta sampai Rp 300 juta. Sekretaris DPRD Kabupaten Banyuasin, Ismed Elmindo, ketika dikonfirmasi membenarkan ada anggota dewan yang menggadaikan SK nya untuk meminjam uang ke bank.

“Ya, memang ada. Mereka menggadaikan SK, untuk meminjam uang ke bank. Namun itu, baru sebatas formulir, belum dikembalikan. Nominal pinjaman yang diajukan, antara Rp 100 juta sampai Rp 300 juta,” kata Ismed yang dibincangi, Selasa (16/9).

Memang terang Ismed, anggota dewan sangat mudah untuk mendapatkan pinjaman uang dari bank. Ini terangnya, sesuai prinsip perbankan yang memberikan kemudahan bagi pihak yang memiliki penghasilan tetap.

“Mereka yang jemput bola, dengan datang langsung ke instansi kami. Mereka menawarkan pada saat tertentu, kami hanya memfasilitasi saja. Jadi bukan datang personal, ada yang tertarik dan ada yang tidak,” jelas Ismed.

Hal itu sebut Ismed, suatu yang biasa terjadi ketika penggantian anggota DPRD baru. Menurutnya, banyak anggota DPRD baru yang menggadaikan SK, untuk meminjam uang di bank. Itu ujarnya, bukan hanya terjadi di Kabupaten Banyuasin tetapi di Indonesia.

“Anggota DPRD periode sebelumnya juga sama. Jumlahnya juga hampir sama, tidak jauh beda dengan jumlah anggota DPRD yang meminjam periode sekarang. Alasannya, bermacam-macam. Ada untuk investasi, ada untuk mengembalikan uang kampanye.Tapi yang jelas bukan untuk konsumsi,” sebut Ismed.

Sementara itu salah satu anggota DPRD Banyuasin yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, sangat terbantu dengan kemudahan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Sebab cukup dengan menggadaikan SK sebagai anggota dewan, ia bisa mendapatkan pinjaman dengan nilai tertentu.

Menurutnya, uang pinjaman tersebut rencananya akan dipakai untuk mengganti uang pinjaman, sebelum menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyuasinyang digunakan untuk keperluan kampanye.

“Waktu sosialisasi itu kan pasti mengeluarkan dana. Dananya, ada yang dari pinjaman, menggadaikan barang dan lainnya. Saya sendiri, saat kampanye lalu sempat mengagunkan tanah senilai Rp 500 juta. Ketika punya SK, ada manfaatnya untuk mengganti yang dipinjam kemarin dan menyelamatkan tanah yang menjadi jaminan itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, tidak begitu sulit untuk mendapatkan pinjaman ketika menjadi anggota DPRD. Cukup memberikan fhoto copy Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Nikah, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) plus SK sebagai anggota dewan sebagai jaminan, maka tanpa perlu survei dalam sehari uang yang akan dipinjamkan langsung bisa dicairkan. “Pinjaman itu dikembalikan dengan cara memotong gaji setiap bulannya, kalau saya perbulan hampir Rp 7 juta dengan masa pinjaman 50 bulan,” bebernya.

Terpisah, Ketua sementara DPRD Banyuasin, Irian Setiawan juga membenarkan ada sebagian anggota dewan yang meminjam uang ke bank dengan menggadaikan SK mereka sebagai wakil rakyat.

Menurut Iriawan, itu hal yang biasa terjadi. “Sudah ada beberapa anggota dewan yang menghubungi saya, untuk mendapatkan persetujuan peminjaman tersebut. Kalau di periode lalu, hampir semua anggota dewan yang meminjam uang ke bank, periode sekarang saya tidak hafal jumlahnya. Tujuannya bermacam-macam, ada untuk usaha dan lainnya,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster