“80 Persen Warga OKI Keluhkan Kinerja Penyidik Polisi”

 344 total views,  2 views today

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Saud Usman N didamping Kapolres OKI dan Bupati OKI saat menandatangani Peresmian 5 Polsek di OKI. | Dok KS

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Saud Usman N didamping Kapolres OKI dan Bupati OKI saat menandatangani Peresmian 5 Polsek di OKI. | Dok KS

KAYUAGUNG – Kapolda Sumsel, Irjel Pol Drs Saud Usman Nasution, SH MH MM, mengatakan dirinya banyak menerima laporan keluhan dari masyarakat Kabupaten OKI, tentang rendahnya kinerja Polres OKI khusunya dalam penangan penyidikan yang sekitar 80 persen mandek.

“Itu laporan yang saya terima dari masyarakat OKI, saya sangat menyayangkan hal itu,” ujar Kapolda  di depan Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIK dan 18 Kapolsek dan Kapolsubsek di OKI saat menghadiri peresmian 5 Polsubsek di 5 kecamatan pemekaran di OKI, Selasa (16/9) di Pendopo Kabupatenan rumah dinas Bupati OKI.

Kali ini, Kapolda mengatakan, pihaknya mengharapkan Kapolsek di kecamatan harus mau terjun ke masyarakat, sehingga bisa mengetahui apa saja keluhan masyarakat di tempat dia bertugas. Kalau Kapolsek itu tidak mau dirinya tidak akan segan mengganti kapolsek bersangkutan.

Peringatan ini, kata dia juga berlaku untuk perwira menengah yang menjabat Kasat dan Kanit agar sering berkunjung ke desa-desa menemui masyarakat. Menemui masyarakatpun bukan hanya bertemu, namun menerima dan menampung keluhan warga di desa-desa.

“Silakan Kades melapor ke saya jika Kapolsek di desanya jarang bahkan tidak pernah turun ke desa, saya siap ganti jabatan Kapolsek tersebut,”tegas Saud Usman sembari mengatakan jika Kapolsek jarang turun ke desa tentu tidak mengetahui permasalahan di desa itu.

Selain itu sambungnya, Kapolda Sumsel juga siap ditemui setiap warga desa yang akan melaporkan permasalahan di desanya. Laporan itu pasti akan diterimanya dan langsung diteruskan ke Kapolres dan Kapolres segera memerintahkan Kasat dan Kapolsek agar meluruskan permasahan.

Kapolda Sumsel juga meminta jajaran TNI melalui Babinsa agar turun ke lapangan membantu menyelesaikan permasalahan desa dan menyelesaikannya dengan baik. Tim penyidik yang bertugas di Mapolres dan Mapolsek juga dituntut menerima saran dan keluhan warga.

Lebih jauh diungkapkan dirinya, saat ini jajaran Polda Sumsel meminta jajaran Polres di seluruh kabupaten/kota mengantisipasi 4 hal utama yang sering bergejolak di tengah masyarakat. Hal itu yakni pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan Narkoba/judi.

“Kami juga mengakui jumlah Polri di Sumsel masih minim. Khusus di OKI jumlah anggota Polri 1:1500, artinya 1 anggota polisi harus memberikan rasa aman kepada 1 500 orang. Tentunya jumlah ini sangat tidak sebanding sehingga kerap terjadi kriminalitas,”urai dia.

Terkait maraknya Curas, Curat dan Curanmor di sepanjang Jalintim OKI, Kapolda Sumsel membenarkan hal itu. Kapolda sudah sering menginstruksikan Kapolres OKI dan seluruh Kapolsek untuk meningkatkan patroli dan razia di Jalan Negara ini.

“Polda Sumsel siap memback up untuk wilayah Jalintim,”janjinya.

Supomo SSos selaku tokoh masyarakat Kecamatan Pedamaran Timur yang mewakili tokoh masyarakat lainnya berkomentar, berdirinya sejumlah Polsubsek termasuk di Pedamaran Timur sangat disambut baik warga karena memudahkan warga untuk mencari rasa aman dan nyaman.

“Kalau bisa jumlah personilnya ditambah dan statusnya ditingkatkan menjadi Polsek definitif,”pinta dia. Adapun 5 Polsubsek yang diresmikan dengan ditandai penandatangan prasasti oleh Kapolda yakni Polsubsek Mesuji Raya, Polsubsek Mesuji Makmur, Polsubsek Pedamaran Timur, Polsubsek Teluk Gelam dan Polsubsek Pangkalan Lampam.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster