Sumsel Kebut Pembangunan Pusat Penelitian

 281 total views,  2 views today

Ilustrasi Penelitian | Foto : Lemlit.ung.ac.id

Ilustrasi Penelitian | Ist

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), mendukung program Kementerian Riset dan Tehnologi (Menristek), dalam inovasi industri kreatif. Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin yang dibincangi usai peringatan puncak Harteknas ke-19 tahun dan seminar tema Inovasi Industri Kreatif untuk Daya Saing Bangsa di Jayakarta Daira Hotel Palembang, Senin (15/9).

Menurutnya, demi meningkatan infrastruktur anggaran dan meningkatkan daya saing Indonesia, Pemprov Sumsel akan membangun inovasi industri kreatif yakni dengan mengebut pembangunan pusat penelitian di Sumsel.

“Kami ingin meningkatkan jumlah inovasi yang ada, apalagi saat diketahui infrastruktur anggaran di Indonesia sangat berbeda jauh dengan negara lain. Indonesia saat ini ada diangka 0,08 persen sementara minimalnya satu persen, ini bukti Sumsel masih jauh dari seharusnya,” kata Alex.

Karena itu, Alex membangun beberapa pusat penelitian, seperti science techopark di Kebun Raya Sumsel, yang akan mulai dibangun tahun mendatang dengan dana APBD sebesar 10 persen dari total dana yang dibutuhkan yakni Rp380 miliar.

Dengan kata lain, Sumsel hanya mengalokasikan dana Rp38 miliar untuk pembangunan Kebun Raya itu. “Dana lainnya dari alokasi dana yang dihimpun beberapa perusahaan seperti Pertamina, SKK Migas, PTBA dan sebagainya. Saat ini kebun raya itu masih dalam tahap DED dan lelang,” ujarnya.

Bukan hanya itu, akan ada juga pusat penelitian kerbau rawa yang bekerjasama dengan Italia, juga pembangunan stensel rumah sakit daerah Sumsel agar daerah ini jauh dari ketertinggalan.

“Dibidang kesehatan masyarakat, kita akan fokus pada program stensel yakni memperbaiki puskesmas yang ada di Sumsel, menambah dokter, dan menyediakan rumah sakit pratama di setiap kecamatan,” ungkapnya.

Untuk pembangunan stensel kesehatan itu, lanjutnya, akan dibangun tahun depan dengan waktu selama 3-4 tahun dan mengkaitkan bantuan dari Jerman dan Inggris. Caranya dengan pertukaran tenaga ahli yakni dokter muda dikirim dan ditraining ke negara itu selama 3 tahun sementara pembangunan terus berjalan.

“Investasinya sangat besar. Jika bisa dibangun nanti, kita bisa bangun lingkaran kedepan dalam hal kesehatan. Hal itu karena harus ada terobosan kedepan dalam menghindari persaingan negara,” terangnya.

 

Ditambahkan Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih mengatakan, science technopark nantinya memiliki fungsi dalam bidang konservasi tanaman, penelitian pendidikan, pengolahan hilir untuk pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Kebun Raya. “Kita bersiap untuk bisa menyediakan fasilitas yang ada untuk penelitian dan mengembangkan inovasi yang ada,” jelasnya.

Dalam acara peringatan puncak Harteknas ke-19 tahun tingkat Provinsi Sumsel 2014, terdapat beberapa agenda acara yakni penyerahan penghargaan, launching jejaring intermediator tehnik provinsi sumsel, dan seminar nasional.

Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek Strategis Agus Puji Prasetyo mengatakan, secara umum Indonesia memiliki tantangan yakni tantangan nasional berupa bonus demografi dan middle income trap, serta tantangan regional berupa adanya kawasan pasar ASEAN.

“Pada 2010, ada beberapa negara terjebak dalam middle income trap, termasuk Indonesia. Hal ini karena perlambatan pertumbuhan ekonomi, diversifikasi industri terbatas, dan tenaga kerja (SDM) buruk. Nah, nantinya akan ada kawasan ekonomi ASEAN pada Desember 2015, jadi ini akan menhadi peluang Indonesia untuk bisa berkembang,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster