PAN Pilih Kosongkan Kursi di DPRD Sumsel

 293 total views,  2 views today

DPRD

PALEMBANG – Konflik di internal Partai Amanat Nasional (PAN) di Sumsel, belum usai. Partai berlambang matahari terbit ini, lebih memilih untuk mengosongkan dua kursi di DPRD Sumsel periode 2014-2019.

Dua kursi tersebut, seharusnya adalah milik Lucianty Pahri dan Mardiansyah. Keduanya adalah calon anggota legislatif (caleg) dari PAN yang terpilih di Daerah Pemilihan (Dapil) Muba pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) lalu.

Namun keduanya, dipecat oleh DPP PAN atas usulan DPW PAN Sumsel dengan alasan tidak loyal kepada partai hingga menyebabkan kekalahan pasangan Prabowo-Hatta dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) di Muba, padahal saat Pileg suara PAN yang merupakan salah satu partai pengusung pasangan tersebut, mendominasi di Muba.

“Kami mintakan KPU Sumsel, untuk tidak melantik Lucianty dan Mardiansyah sebagai anggota DPRD Sumsel pada 24 September mendatang. Karena keduanya, masih dalam proses sengketa,” kata Ketua DPP PAN, H Joncik Muhammad ketika dihubungi, Senin (15/9).

Penundaan pelantikan tersebut kata Joncik, dimintakan sampai ada putusan hukum yang bersifat tetap (incrach) dari pengadilan. Keduanya pun, sudah mengajukan gugatan ke PN Palembang,” jelas Joncik.

Memang sebut Joncik, dengan permintaan penudaan pelantikan tersebut konsekuensinya dua kursi milik PAN akan kosong. Tetapi jelas mantan Calon Bupati (Cabup) Empat Lawang ini, dalam konteks ini tidak bicara soal untung dan rugi. “Ini bukan bisnis, tetapi kita mengikuti prosedur yang ada,” tegasnya.

Joncik pun menyebut, DPP PAN siap meladeni gugatan yang dilayangkan empat caleg PAN dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX (Muba) yang dicoret dan telah menggugat ke PN Klas 1A Palembang tersebut.

“Gugatan itu kan mereka daftarkan, setelah gugatan ke Majelis Penyelesaian Sengketa (MPS) DPP PAN, ditolak. MPS menguatkan putusan DPW PAN Sumsel, yang mencoret mereka. Nanti akan kita kuasakan ke Didik Supriyanto, Khairilsyah, Herman Kadir, dan kawan-kawan untuk menghadapi gugatan tersebut,” tegasnya.

Ketika disinggung mengenai adanya pergantian nama caleg untuk mengisi kursi milik Mardiansyah di DPRD Sumsel dari sebelumnya Yudhi F Bram ke Novaldo Alqudsi, Joncik membenarkannya.

Ia menyebut, pergantian tersebut sudah sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) PAN. ” Itu sudah ketentuan Undang-undang (UU). Pergantian itu kalau sudah habis Caleg di dapil itu, maka caleg Dapil terdekatlah yang menggantikannya. Kalau Dapil VIII kan sudah diisi Bastari. Dapil X Rudi Apriadi,” tukasnya.

 

TEKS          : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster