HBA Dukung Pilkada tak Langsung

 313 total views,  2 views today

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri

EMPAT LAWANG – Meskipun bergulir penolakan terhadap Rancangan Undang Undang (RUU) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) oleh sejumlah kepala daerah di Indonesia, namun Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA), berpendapat lain.

Politisi Partai Golkar ini, lebih mendukung dilaksanakannya pilkada tidak langsung atau dipilih melalui DPRD. “Saya dukung pilkada tak langsung, karena itu lebih baik,” kata HBA, Senin (15/9).

HBA mengaku, sudah dua kali mengikuti pemilukada secara langsung. Dari pengalamannya terang HBA, pemilihan kepala daerah secara langsung lebih banyak kerugian (mudorat, red) dari pada manfaatnya.

Sebab apa, tidak sedikit terjadi sengketa atau konflik didalam masyarakat sendiri. Nah keuntungan pilkada langsung sendiri terangnya, kadang hanya dimanfaatkan oknum-oknum tertentu, seperti lembaga survey, tim sukses pengusaha percetakan iklan dan lainnya.

“Yang tak setuju RUU Pilkada itu bukan masyarakat, tapi orang-orang berkepentingan,” sebut HBA. Lebih baik kepala daerah dipilih kembali oleh dewan, sebab pilkada langsung banyak menimbulkan efek negatif. Misal, banyak keluraga pecah bahkan ada perceraian karena beda pilihan. Itu pun terjadi di Empat Lawang, positifnya apakah sudah dirasakan masyarakat,” sebut HBA.

HBA meyakini, sekitar 70 persen masyarakat Empat Lawang menolak pilkada langsung. Berdasar pengalaman dua kali pilkada yang sudah digelar di Kabupaten Empat Lawang menurutnya, pilkada langsung lebih banyak mudoratnya. Itu pun sebutnya, masih dirasakan sampai saat ini.

Hal inilah terangnya, menumbuhkan keyakinannya menolak pilkada langsung terutama di wilayah seperti Empat Lawang. HBA menerangkan, meskipun dipilih dewan namun seorang kepala daerah baik bupati maupun gubernur tetap harus menjalankan tugas.

Salah satu contoh kewajiban tersebut, yakni turun kebawah untuk menyerap aspirasi dan melihat kondisi pembangunan di masyarakat. “Tidak ada alasan bupati tidak turun kebawah akibat dipilih DPRD,” cetusnya.

Namun Ketua DPC PDI Perjuangan Empat Lawang, Yulius Maulana, berbeda pendapat dengan HBA. Ia lebih mendukung dilaksanakan pilkada langsung. Menurut calon terpilih DPRD Provinsi Sumsel ini, sejauh ini masyarakat mulai memahami makna demokrasi sebenarnya.

Dimana rakyat mendapat posisi penting dalam menentukan kepala daerah, bahkan kepala negara atau presiden. Hanya saja terangnya, butuh pembenahan agar sistem pilkada langsung lebih efektif dan tepat.

“Bukan berarti harus mundur dan dikembalikan lagi ke DPRD, tapi pembenahan saja pilkada langsung,” ujar Yulius seraya menambahkan, rakyat berhak menentukan pilihannya, ini makna demokrasi sesungguhnya.

Bicara untung dan rugi ? sebut Yulius, tentu ada positif dan negatif. Namun harus dipahami lagi bahwa “suara rakyat suara tuhan”. Dengan kata lain, rakyat yang menentukan siapa dipercaya menjadi pemimpinnya.

“Contoh saja Pilpres lalu, pasangan Jokowi-JK dipilih rakyat dan semua pihak harus mengakui itu. Kedepan melalui pilkada langsung, akan muncul pemimpin-pemimpin baru yang lahir dari rakyat, bukan hanya orang mampu atau penguasa politik saja,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster