Giliran RRT Tertarik Berinvestasi di Sumsel

 255 total views,  2 views today

Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Api-Api

Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Api-Api | Dok KS

PALEMBANG – Setelah ditandatanganinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA), beberapa waktu lalu, banyak pihak mulai melirik dan berdatangan untuk segera menjalin kerjasama dengan Sumsel.

Jika sebelumnya ada negara Belarusia dan Amerika, kini giliran Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yang juga tertarik bekerjasama dengan Sumsel dalam pengembangan kawasan KEK TAA.

Ketertarikan tersebut disampaikan oleh Konsulat Jenderal (Konjen) RRT (Republik Rakyat Tiongkok) di Medan, Mr. Zhu Honghai, saat bertemu dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin di Hotel Arista, Palembang, Senin (15/9).

Dalam pertemuan tersebut, Mr. Zhu dan Alex membahas berbagai peluang kerjasama diantaranya dibidang industri dan infrastruktur. “Ada beberapa hal yang kita bahas tadi, menyangkut tentang pembangunan di Sumsel. Diantaranya membahas soal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), supaya terus dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik,” kata Alex yang dibincangi usai pertemuan tersebut.

Selain pembangunan PLTU, ada berbagai macam sektor usaha yang sempat membuat Konjen RRT tertarik, seperti membuka industri karet yang diolah melalui pabrik ban dan industri lainnya yang berlokasi di KEK TAA.

“Untuk investasinya sendiri belum berbicara sampai kesana. Pasalnya, ini baru penjajakan saja. Kemudian mereka juga akan membangun satu lagi Jembatan Musi, dengan pinjaman dari RRT langsung,” terangnya.

Alex juga menyampaikan pemprov, akan semakin mempromosikan KEK TAA dengan berbagai investor yang ada. “KEK TAA akan meningkatkan PAD Sumsel, APBD meningkat dan banyak terciptanya lapangan pekerjaan baru. Dengan demikian, Sumsel lah yang mengambil manfaat besar dari berbagai jalinan kerjasama tersebut,” beber Alex.

Sementara itu, Konjen RRT di Medan, Mr. Zhu Honghai menyebut pertemuannya dengan Gubernur Sumsel tersebut untuk saling tukar pendapat, memberi masukan, serta membahas mengenai infrastruktur yang ada di wilayah Sumsel.

“Tadi kita berbicara bertukar saran dibidang pembangunan, seperti jalan, jembatan, dan pembangkit listrik yang selama ini mungkin bermasalah. Tadi juga dijelaskan KEK TAA, namun saya belum pernah kesana. Mungkin dalam waktu dekat, saya kesana,” ujarnya.

Mr Zhu berharap jalinan kerjasama antara pemerintah RRT dengan Indonesia khususnya di Sumsel, bisa ditingkatkan. “Nanti akan ada bahasan kerjasama lanjutan, mungkin juga kita akan menarik banyak investor dari Tiongkok untuk berinvestasi di Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster