Bus Kota & Angkot Dilarang Beroperasi Selama Pelaksanaan MTQ Internasional

20 total views, 3 views today

Ilustrasi Bus Kota yang Ada Di KOta Palembang | Dok KS

Ilustrasi Bus Kota yang Ada Di KOta Palembang | Dok KS

PALEMBANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, akan melarang bus kota dan angkutan kota (angkot) yang tidak layak jalan untuk beroperasi selema pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Internasional, 23-27 September mendatang.

Kepala Dishub Palembang, Masripin Toyib mengatakan, larangan operasional itu, tidak hanya bagi bus kota. Tapi, juga untuk angkutan kota (Angkot) yang tidak memenuhi kriteria, juga akan dilarang selama MTQ berlangsung. “Hal itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi peserta MTQ internasional, yang diikuti sekitar 34 negara,”kata Masripin yang dihubungi, kemarin.

Masripin menyebut, saat ini Dishub telah menertibkan sejumlah bus kota yang tidak layak jalan. Banyak bus kota tersebut yang terjaring dan terpaksa dikandangkan karena tidak memenuhi persyaratan. “Penertiban dan penahanan kendaraan tersebut, akan terus dilakukan hingga selesai pelaksanaan MTQ internasional,” tegasnya.

Jika event itu sudah selesai baruh sebut Masripin, bus kota dan angkot yang tak layak jalan tersebut dikeluarkan. Namun pemiliknya tegas Masripin, harus melengkapi semua persyaratan layak jalan terlebih dahulu. Jika tidak, bus kota dan angkot tersebut tetap akan dikandangkan.

Sementara itu, Kabid Transportasi Jalan dan Rel, Dishub Palembang, Agus Supriyanto mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pemilik bus kota dan angkot, agar bisa dikatakan layak jalan.

Misalnya memiliki surat menyurat, memiliki papan trayek, ban tidak gundul dan lainnya. Katanya, bagi bus kota dan angkot yang kondisinya baik, serta mempunyai kelengkapan surat menyurat, tetap di perbolehkan untuk beroperasional. “Tapi, waktu operasinya akan kami batasi. Kami akan memberlakukan sistem buka tutup jalan. Sehingga arus lalu lintas akan berjalan lebih tertib,” jelasnya.

Ditanya soal jalan mana saja yang akan dilakukan sistem buka tutup, Agus menjawab, pihaknya sedang mengkaji hal itu bersama pihak kepolisian. “Dalam waktu dekat, kami akan segera membuat peta terkait sistem itu, jangan sampai sistem itu malah membuat kemacetan,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com