Swasta Siap Dukung Pemprov Sumsel Kembangkan Kerbau Rawa

 327 total views,  2 views today

Ilustrasi Kerbau Rawa | Kfk.kompas.com

Ilustrasi Kerbau Rawa | Kfk.kompas.com

 

PALEMBANG – Potensi kerbau rawa yang berada di Sumsel, kini mulai dilirik kalangan swasta untuk dikembangkan. Salah satunya, PT Bumi Mekar Hijau (BMH). Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini mengaku sudah menyiapkan lahan seluas 250 ribu hektar, untuk pengembangan kerbau rawa tersebut.

Eksternal Departemen PT BMH, Amrizal menyebut, lahan tersebut berada di kawasan hutan konservasi. Kebetulan terang Amrizal, lahan tersebut sebagian besar adalan hutan rawa. “Kita telah memberikan bantuan 24 ekor kerbau rawa pada kelompok tani, untuk bisa diternakkan atau dibudidayakan pada lahan hutan gambut itu. Ini potensi besar, untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Amrizal yang dibincangi, Jumat (12/9).

PT BMH pun terang Amrizal, telah menggandeng Universitas Sriwijaya (Unsri) sebagai lembaga pendamping untuk meneliti dan mengembangkan kerbau rawa tersebut. Dengan demikian, hutan yang tadinya berisiko rusak sekarang menjadi potensial dengan pengembangan budidaya kerbau.

Menurutnya, hasil pengembangan biak kerbau rawa ini bukan hanya pada dagingnya, tetapi juga pada nilai produksi susunya yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya dan bisa di ekspor. Kalau ini sudah berjalan dengan baik, ia yakin kesejahteraan petani di kawasan konservasi hijau ini akan meningkat. “Susu kerbau rawa ini bisa dimanfaatkan sebagai olahan keju mozarela, yang tentu saja memunyai nilai ekonomis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Sumsel, Max Sulastyo mengaku sudah mengirim delegasi ke Itali yang menindaklanjuti hasil pertemuan yang pernah mereka lakukan.

Hal itu dilakukan karena Pemprov Sumsel sendiri, merasa senang dengan penelitian Itali, yang melihat potensi kerbau rawa di Sumsel cukup menjanjikan. “Kita sudah menyiapkan satu tim yang akan dikirim ke Itali. Mereka disana nantinya, bertugas melakukan riset terhadap kerbau-kerbau yang sudah lebih dulu mereka kembangkan di Itali, baik itu susunya maupun dagingnya,” terangnya.

Kalau ini dikembangkan secara optimal, lanjut Max, selain bisa meningkatkan industri daging sebagai pendukung program ketahanan pangan, ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Dan ini sangat menjanjikan dan bisa didampingkan dengan pertanian lainnya yang saling membutuhkan.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin mengakui adanya masukan dan pembicaraan berbagai hal dengan Dubes RI untuk Roma beberapa waktu lalu. Salah satunya, kata Alex soal, potensi kerbau rawa di Sumsel. “Tapi ini baru tahap awal. Insya Allah bisa kita tindak lanjuti lebih serius lagi, mungkin mengarah ke kerjasama dengan Dubes RI di Roma tersebut,” katanya.

Diakui Alex, selama ini potensi sumber daya alam termasuk kerbau rawa yang jumlahnya cukup banyak di Sumsel. Tetapi, produksi dan penghasilannya belum terlalu besar.

“Itu ide yang bagus bila memang susu kerbau rawa dimanfaatkan dan dapat diolah untuk pizza. Oleh sebab itu, kita terus lakukan hubungan dengan negara Itali tersebut melalui Dubes RI, agar secepat mungkin menjalin kerjasama kedepannya,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster