Proyek Underpass Simpang Patal Menimbulkan Debu, Masyarakat Dihimbau Lebih Hati-hati

 348 total views,  2 views today

Pengerjaan Proyek Underpass Simpang Patal | Foto : Bagus Kurniawan

Pengerjaan Proyek Underpass Simpang Patal | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Musim kemarau yang melanda metropolis, sejak beberapa bulan terakhir membuat lokasi proyek Underpass Simpang Patal, berdebu. Hal itu diperparah, dengan asap dari raturan knalpot kendaraan yang menumpuk di satu titik lokasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Jalan Jenderal Sudirman Lingkar Selatan Palembang, Harun Nurasyid mengatakan, pihaknya sudah memperhitungkan akibat kemarau yang melanda Palembang tersebut.

Harun menyebut, pihaknya sudah menyiapkan satu tangki air setiap hari untuk melakukan penyiraman di lokasi proyek pembangunan. “Mobil tangki berukuran 5000 liter, sengaja kami siapkan selama pengerjaan underpass. Ini sebagai antisipasi, agar jalan tidak berdebu,” terang Harun dibincangi, Jumat (12/9).

Harun menyebutkan, dalam satu hari biasanya pihaknya, melakukan tiga sampai lima kali penyiraman. Misalnya ketika jalan mulai kering dan berdebu, pihaknya langsung menyiram jalan.

“Keadaan ini memang pasti terjadi. Apalagi, saat musim kemarau. Oleh itu, kami meminta, agar masyarakat terutama pengendara dapat menggunakan masker agar tidak terserang penyakit pernafasan,” ujarnya.

Selain itu kata Harun, proyek yang menelan dana dari APBN sebesar Rp 104 miliar tersebut, ditargetkan selesai Desember mendatang. Menurutnya, agar lalu lintas tidak bertumpuk di satu titik, pihaknya saat ini tengah mengerjakan penyelesaian jalan alternatif di sisi kiri kanan jalan utama.

“Jalan pinggiran ini belum selesai seluruhnya, kira-kira akhir bulan selesai. Sementara pinggiran jalan depan PD Manis itu belum selesai, karena PDAM Tirta Musi Palembang baru merelokasi pipanya serta tanah disana masih basah dan harus ditambah lagi materialnya,” bebernya.

Harun menghimbau, bagi pengguna kendaraan baik roda empat maupun roda dua untuk menggunakan jalan alternatif lain. Karena, saat ini pengerjaan underpass sudah memasuki tahap utama. Proses penyelesaiannya akan memakan waktu yang relatif lama. Sebab sebutnya, harus memastikan dinding tersebut kuat untuk menahan beban kendaraan nantinya.

“Penggunaan jalan alternatif bagi pengendara merupakan alternatif untuk menghindari penumpukan kendaraan pada titik-titik sekitar lokasi proyek. Dengan berkurangnya penumpukan kendaraan, para pekerja bisa leluasa dalam melakukan pekerjaannya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Masripin Toyib

menilai selama proyek berlangsung memang ada dampak negatif. Seperti kemacetan dan

pada musim kemarau menimbulkan debu. Katanya, untuk kemacetan pihaknya menyarankan agar masyarakat bisa melewati jalan alternatif seperti melewati Jalan Pipa Reja

atau berbelok ke arah Jalan M Isa.

“Jangan sampai terkena penyakit. Masyarakat dalam berkendara khususnya sepeda motor, diharapkan menggunakan pelindung tambahan seperti masker disamping helm tertutup,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster